Pasien Positif Bertambah, Pasar Semakin Ramai. Cluster Baru Tercipta? (Bagian 2)

- Publisher

Kamis, 21 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Batam, inikepri.com – Mentari belum lagi muncul dengan sempurna. Namun aktifitas di trotoar dan jalanan dari seberang eks Hotel Allium hingga depan plaza Avava, Jodoh, mulai dipenuhi para pedagang yang mendirikan tenda dan menggelar lapak jualannya, Rabu (20/05).

Beragam barang dagangan dijajakan disini. Mulai mainan, handphone, pecah belah, sepatu, pakaian, hingga dalaman tersedia disini. Mayoritas kondisinya adalah seken luar negeri.

Disini menjadi tempat hunting barang berkualitas dengan harga miring, tersohor hingga ke luar Batam. Sebelum pandemi Corona, lautan manusia tumpah ruah disini. Acapkali, untuk berjalan mengitari satu tenda ke tenda lainnya harus terhenti, karena padatnya pembeli.

Biasanya, hingga pukul 10 pagi, pemandangan ini lazim terjadi. Saat pandemi Corona terjadi, pasar ini sempat sepi. Bisa jadi karena alasan ketakutan terhadap virus ini.

Namun, itu hanya beberapa hari saja. Pasar kemudian mulai didatangi para pembeli. Memang tidak sama seperti biasanya.

BACA JUGA:  Ditresnarkoba Polda Kepri Ungkap Modus Kasus Pengiriman Narkoba Melalui J&T Expres

“Masih terasa imbas dari Corona, bang. Belum begitu ramailah,”kata seorang penjual.

Pasar seken yang tidak jauh dari pasar Tos 3000 ini, perlahan hari ini mulai ramai, terlebih karena hari raya idul fitri tinggal menghitung hari. Tak sedikit, mereka yang habis berbelanja dari pasar basah tos 3000, melanjutkan belanjanya di pasar seken ini, begitu juga sebaliknya.

Seperti ironi, melihat ramainya manusia ditengah pandemi Corona yang semakin merebak di kota ini. Penambahan pasien yang cukup signifikan di dua hari terakhir, tidak membuat kerisauan bagi mereka untuk berdesakkan.

“Satu baju sepuluh ribu, ambil tiga dua puluh ribu. Dipilih, dipilih. Barang baru kita bongkar,” teriak seorang penjual lainnya, yang membiarkan mulutnya tidak ditutupi masker.

Suara semacam seperti ini seperti riuh yang menggema, diantara saling penjual saling membalas dalam menjajakan dagangannya.

Dari dalam sebuah tenda, terlihat beberapa orang yang sedang memilah baju dari gantungan. Jarak mereka sangat dekat, bahkan ada yang tidak memakai masker dan ada yang menggantungkan masker dilehernya.

BACA JUGA:  Gak Ada Akhlak, Corona Merebak Pacific Malah Semarak!

“Susah bernafas bang,”jawab seorang ibu, saat ditanya kenapa maskernya tidak dikenakan dengan benar.

Ketika kami menanyakan lagi terkait pentingnya menjaga jarak aman.

Dia menjawab, “Paham sih bang, cuma mau gimana lagi. Namanya juga di pasar. Tentu tidak bisa menjaga jarak aman. Yang penting, sampai rumah langsung mandi,”.

“Khawatir sih iya, tapi gak boleh takut kali lah,” katanya terkait penambahan pasien positif di Batam dua hari ini.

Hujanpun tiba tiba turun, pasar kembali sepi. Para pembeli tampak berlari untuk berteduh di emperan ruko di sekitar, pedagang  dengan cepat mengemasi barang jualannya.

Kondisi Malam Hari Lebih Ramai

Menjelang sore, para pelapak kembali menggelar dagangannya. Jalan yang seharusnya menjadi tempat lalu lalang kendaraan, berganti fungsi. Bertahun tahun kondisi ini terjadi, seakan pemerintah kota melegalkan hal ini.

BACA JUGA:  Amsakar Achmad Kenakan Pakaian Adat Melayu Saat Sambut KSAU, Perkuat Sinergi Pemko dan TNI AU

Zona merah yang ditetapkan seakan akan dikangkangi, karena persiapan idul fitri. Terlihat, banyak anak-anak yang dibawa orang tuanya kesini.

Semakin malam, tempat ini semakin ramai. Berbondong-bondong pengunjung memenuhi areal ini. Dari segala penjuru mereka hadir, ada yang sibuk memilih pakaian, ada yang hanya sekedar melihat-lihat. Memakai masker tapi mengabaikan jarak aman, yang lebih parah tak sedikit juga dari mereka yang tidak mengenakan masker.

“Cuci mata, bang. Mana tahu ada yang bisa dibeli,” jawab seorang bapak yang menggandeng anaknya.

Seakan tidak ada takutnya, mereka seakan sedang bertamasya di tengah sebuah musibah.

Tanpa jarak aman seperti yang pemerintah anjurkan. Pengunjung saling berdesakkan, pembeli saling menawarkan. Sungguh ini hal yang sangat mengkhawatirkan, akankah pandemi ini segera berlalu dari kota ini? Atau bisa saja tercipta cluster baru dari sini….

Bersambung…

Berita Terkait

Terkuak! Rumah Mewah di Sukajadi Batam Jadi Basis Judol Jaringan Filipina-Kamboja Omzet Diduga Rp10 Miliar
Kimia Farma Temui Keluarga Pasien Terkait Viral Pelayanan Klinik di Batam, Investigasi Internal Dilakukan
BP Batam Kawal Investasi Rp88 Triliun Pusat Data AI, Li Claudia Sebut Batam Siap Jadi Hub Digital Dunia
Ulang Tahun ke-54 Li Claudia Chandra, Ulik Mulyawan: Semoga Langkah Pengabdian Selalu Dimudahkan
Li Claudia Chandra Genap 54 Tahun, Ketua DPRD Kota Batam Titip Doa dan Harapan Besar untuk Batam
Modus Baru Program MBG Terbongkar, Dua Titik Dapur SPPG Dijual Rp200 Juta di Batam
Buka Bimtek Pajak Daerah, Sekda Firmansyah Sampaikan Pesan Penting Li Claudia soal Pelayanan Publik
Gerak Cepat, BP Batam Perbaiki Jalan Rusak untuk Kenyamanan Masyarakat
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:30 WIB

Terkuak! Rumah Mewah di Sukajadi Batam Jadi Basis Judol Jaringan Filipina-Kamboja Omzet Diduga Rp10 Miliar

Senin, 25 Mei 2026 - 15:16 WIB

Kimia Farma Temui Keluarga Pasien Terkait Viral Pelayanan Klinik di Batam, Investigasi Internal Dilakukan

Senin, 25 Mei 2026 - 13:04 WIB

BP Batam Kawal Investasi Rp88 Triliun Pusat Data AI, Li Claudia Sebut Batam Siap Jadi Hub Digital Dunia

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:49 WIB

Ulang Tahun ke-54 Li Claudia Chandra, Ulik Mulyawan: Semoga Langkah Pengabdian Selalu Dimudahkan

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:30 WIB

Li Claudia Chandra Genap 54 Tahun, Ketua DPRD Kota Batam Titip Doa dan Harapan Besar untuk Batam

Berita Terbaru