Batam Usulkan Lex Specialis Kependudukan, Amsakar Soroti Tingginya Arus Migrasi

- Publisher

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyampaikan usulan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI di Graha Kepri, Batam. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyampaikan usulan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI di Graha Kepri, Batam. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Batam mengusulkan adanya kebijakan khusus atau lex specialis di bidang administrasi kependudukan untuk mengatur laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat di Kota Batam.

Usulan tersebut disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Graha Kepri, Batam, Rabu (8/7/2026).

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, serta para kepala daerah se-Kepulauan Riau itu, Amsakar menyoroti tingginya angka migrasi yang masuk ke Batam.

Menurutnya, berdasarkan data terbaru Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Batam saat ini menjadi daerah dengan tingkat migrasi tertinggi kedua di Indonesia setelah Bekasi.

“Berdasarkan data terbaru Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Batam kini menempati peringkat kedua nasional dengan laju migrasi tertinggi setelah Bekasi. Kondisi ini sangat kontras dengan luas daratan Batam yang terbatas,” ujar Amsakar.

BACA JUGA:  Amsakar Achmad Undang Masyarakat Batam Buka Puasa Bersama di Rumah KDA

Ia menjelaskan, pertumbuhan penduduk yang begitu cepat mulai memberikan tekanan terhadap daya dukung kota, mulai dari kebutuhan air bersih, listrik, infrastruktur dasar hingga pelayanan publik lainnya.

Jika tidak diantisipasi sejak dini, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memunculkan persoalan sosial yang berdampak terhadap iklim investasi yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Batam.

Karena itu, Amsakar menilai Batam membutuhkan instrumen hukum khusus yang memungkinkan pengendalian penduduk dilakukan secara tepat tanpa melanggar hak konstitusional warga negara.

“Batam tidak bisa hanya mengandalkan kekhususan sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ). Kami berharap pemerintah pusat bersama Komisi II DPR RI dapat merumuskan lex specialis di bidang administrasi kependudukan bagi daerah seperti Batam, sehingga pengendalian migrasi dapat dilakukan secara tepat tanpa mengabaikan hak konstitusional warga,” tegasnya.

Selain persoalan kependudukan, Amsakar juga memaparkan perkembangan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih yang menjadi salah satu proyek strategis nasional.

BACA JUGA:  Buka Rakor Desa dan Lurah se-Kepri di Batam, Ansar Ajak Aparatur Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Pemko Batam, kata dia, telah menyiapkan lahan seluas sekitar 18 hingga 19 hektare untuk pembangunan sekolah tersebut. Proyek senilai kurang lebih Rp160 miliar itu akan didanai oleh konsorsium swasta dan setelah selesai akan diserahkan kepada negara.

Dalam kesempatan yang sama, Amsakar juga mendukung penguatan peran gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah melalui pelimpahan kewenangan yang lebih jelas, termasuk dalam pengelolaan Balai Latihan Kerja (BLK) dan waduk agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

Ia menambahkan, sinergi antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam selama ini berjalan baik sesuai dengan pembagian kewenangan yang diatur dalam pengelolaan kawasan Free Trade Zone (FTZ), terutama terkait pelayanan perizinan dan pertanahan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan pemerintah daerah akan menjadi bahan penting dalam penyusunan kebijakan nasional.

BACA JUGA:  Kamal Cup 2020 Resmi Ditutup Amsakar Achmad

Menurutnya, berbagai masukan itu akan dipertimbangkan dalam pembahasan revisi Undang-Undang Pemerintahan Daerah maupun Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan yang saat ini tengah menjadi perhatian DPR RI.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya sinkronisasi administrasi kependudukan dan penataan sistem desentralisasi yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

Ia juga mengusulkan agar pengendalian urbanisasi di Batam didukung dengan perencanaan tata ruang yang lebih terintegrasi melalui konsep Finger Plan seperti yang diterapkan di Kota Kopenhagen, Denmark.

Di sisi lain, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan menegaskan pentingnya peran kepala daerah sebagai koordinator penyelesaian konflik pertanahan melalui Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA). Ia juga mendorong percepatan revisi Undang-Undang Penataan Ruang guna mempercepat proses investasi di daerah.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi sebagai kota industri dan investasi, Batam dinilai membutuhkan kebijakan yang lebih adaptif agar pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk dapat berjalan secara seimbang.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Di Balik Senyum Anak-anak Istimewa, Erlita Amsakar Membawa Harapan ke Rumah Singgah Ar Rahman Rusli dan Firza Paloh
Li Claudia Tanam Pohon, DAS Baloi Indah Disiapkan Jadi Taman Kota
SiTaskin Pesisir Diluncurkan di Batam, BP Taskin Fokus Entaskan Kemiskinan di Galang
Patroli Gabungan Tertibkan Parkir di Jembatan Barelang
Amsakar Perkuat Peran RT, RW dan LPM Sebagai Jembatan Informasi Pemerintah ke Masyarakat
TP-PKK Batam Salurkan 30 Kursi Roda, Erlita Amsakar Tegaskan Komitmen pada Kelompok Disabilitas
Tingkatkan Keandalan Listrik di Senjulung, PLN Batam Percepat Pembangunan Gardu Baru Dalam Upaya Pengamanan Peningkatan Beban
Ramai Sorotan Anggaran Sopir Rp44,3 Miliar, Pemko Batam: Diprioritaskan untuk Pelayanan Publik

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:39 WIB

Di Balik Senyum Anak-anak Istimewa, Erlita Amsakar Membawa Harapan ke Rumah Singgah Ar Rahman Rusli dan Firza Paloh

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:05 WIB

Batam Usulkan Lex Specialis Kependudukan, Amsakar Soroti Tingginya Arus Migrasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:21 WIB

Li Claudia Tanam Pohon, DAS Baloi Indah Disiapkan Jadi Taman Kota

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:49 WIB

Patroli Gabungan Tertibkan Parkir di Jembatan Barelang

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:19 WIB

Amsakar Perkuat Peran RT, RW dan LPM Sebagai Jembatan Informasi Pemerintah ke Masyarakat

Berita Terbaru