Paparkan Strategi Batam Dukung Program Nasional 3 Juta Rumah, Amsakar: Membangun Rumah adalah Membangun Harapan

- Publisher

Sabtu, 8 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, ketika mengikuti penilaian pemerintah daerah berprestasi dalam implementasi Program 3 Juta Rumah secara virtual dari Kantor Wali Kota Batam. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, ketika mengikuti penilaian pemerintah daerah berprestasi dalam implementasi Program 3 Juta Rumah secara virtual dari Kantor Wali Kota Batam. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Batam terus memperkuat kebijakan di sektor perumahan sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Nasional 3 Juta Rumah. Upaya tersebut diarahkan terutama untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, ketika mengikuti penilaian pemerintah daerah berprestasi dalam implementasi Program 3 Juta Rumah secara virtual dari Kantor Wali Kota Batam, Jumat (7/8/2026).

Penilaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi pemerintah pusat terhadap daerah yang dinilai memiliki kinerja dan kebijakan dalam mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat.

Di hadapan tim penilai, Amsakar memaparkan berbagai langkah yang telah ditempuh Pemko Batam. Ia menyebut kebutuhan perumahan di Batam terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, urbanisasi, serta perkembangan investasi yang mendorong aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat penyediaan hunian tidak dapat dilakukan secara parsial. Perencanaan kawasan, ketersediaan lahan, infrastruktur dasar hingga kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh rumah harus berjalan dalam satu ekosistem.

“Rumah bukan sekadar bangunan, tetapi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, kami berkomitmen menghadirkan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Amsakar.

BACA JUGA:  ADC Amsakar: Kisah Loyalitas Ridhian WR & Syahibul Aziz yang Tak Pernah Retak

Salah satu strategi yang ditempuh Pemko Batam adalah memastikan dukungan dari sisi lahan dan regulasi. Pemerintah daerah mendorong penyediaan lahan perumahan, memberikan kemudahan perizinan dan penataan ruang, serta mempercepat pembangunan hunian bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Kebijakan tersebut juga disertai dengan penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) dan penguatan sistem pendataan perumahan melalui digitalisasi.

Langkah lainnya menyentuh aspek insentif. Pemko Batam memberikan kemudahan bagi pembangunan rumah bersubsidi melalui pembebasan sejumlah pungutan, termasuk retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Di sisi lain, pembangunan kawasan permukiman juga diarahkan tidak berhenti pada pembangunan unit rumah.

Pemko Batam turut memperkuat penyediaan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU), mulai dari jalan, drainase, penerangan jalan umum hingga jaringan air bersih. Infrastruktur tersebut dinilai penting agar rumah yang dibangun benar-benar berada dalam lingkungan yang mendukung kehidupan masyarakat.

BACA JUGA:  Musrenbang RKPD 2026 Selaraskan Visi Misi Amsakar-Li Claudia, Percepat Pembangunan Infrastruktur hingga Peningkatan SDM

Amsakar mengatakan, tantangan penyediaan hunian di Batam membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah tidak dapat memenuhi kebutuhan tersebut seorang diri.

Karena itu, Pemko Batam memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, BP Batam, pengembang, sektor perbankan, akademisi hingga masyarakat.

“Kami percaya kolaborasi adalah kunci. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis target penyediaan rumah layak bagi masyarakat dapat diwujudkan sekaligus meningkatkan daya saing Batam sebagai kota investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Dalam pemaparannya, Amsakar juga menjelaskan pendekatan pembangunan permukiman terpadu yang ingin terus dikembangkan di Batam.

Konsep tersebut menempatkan rumah sebagai bagian dari kawasan yang lebih luas. Artinya, pembangunan hunian harus diikuti dengan ketersediaan fasilitas dasar dan fasilitas penunjang kehidupan masyarakat.

Kawasan permukiman ideal, menurut konsep yang dipaparkan, perlu memiliki akses terhadap jalan, drainase, air bersih dan listrik. Selain itu, fasilitas pendidikan, kesehatan, ruang terbuka hijau hingga fasilitas sosial dan ekonomi juga menjadi bagian penting dari perencanaan kawasan.

BACA JUGA:  Amsakar dan Li Claudia Minta Pelaku Usaha Berkontribusi dalam Pembangunan Batam

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan perumahan diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan kebutuhan tempat tinggal, tetapi sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman dan produktif.

Amsakar menilai, penyediaan hunian layak juga memiliki hubungan erat dengan pembangunan ekonomi Batam. Hunian yang memadai akan mendukung kualitas hidup masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi tenaga kerja yang menjadi bagian penting dari aktivitas industri dan investasi.

“Membangun rumah adalah membangun harapan, membangun kawasan berarti membangun masa depan,” tegas Amsakar.

Pemko Batam selanjutnya akan terus memperkuat kebijakan dan kolaborasi untuk mendukung target Program Nasional 3 Juta Rumah. Upaya tersebut diarahkan agar masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak sekaligus berada dalam lingkungan permukiman yang memadai.

Bagi Batam, penyediaan hunian juga menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan kota agar tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan regulasi, insentif, infrastruktur dan kerja sama lintas sektor, pemerintah daerah berharap pembangunan perumahan dapat berlangsung lebih cepat, terarah dan berkelanjutan.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Dari Pulau-Pulau Batam ke Kampus Top Indonesia, Beasiswa Pemko Buka Jalan bagi Anak Hinterland
BP Batam Dukung Penguatan Literasi Untuk Membangun Karakter dan Kebhinekaan bagi Generasi Masa Depan
Perkuat Ketahanan Air Baku, BP Batam Gandeng Mc Dermott Tanam 400 Bambu Betung di Bendungan Sei Nongsa
RSBP Batam Torehkan Standar Pelayanan Kelas Dunia, Raih Diamond Status dari WSO
BP Batam Perkuat Pembinaan Talenta Muda Lewat Batam Prime International Grassroot Football sebagai Festival 2026
Amsakar Beberkan Strategi Batam Percepat Pembangunan di Hadapan DPRD Dumai
RSBP Batam dan BPOM Tingkatkan Koordinasi Pendistribusian Obat: Keselamatan Pasien Jadi Prioritas
BP Batam Dukung Penertiban Pemanfaatan Ruang Laut Sesuai Ketentuan Peraturan Perundang-undangan

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Dari Pulau-Pulau Batam ke Kampus Top Indonesia, Beasiswa Pemko Buka Jalan bagi Anak Hinterland

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:54 WIB

BP Batam Dukung Penguatan Literasi Untuk Membangun Karakter dan Kebhinekaan bagi Generasi Masa Depan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Perkuat Ketahanan Air Baku, BP Batam Gandeng Mc Dermott Tanam 400 Bambu Betung di Bendungan Sei Nongsa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:04 WIB

RSBP Batam Torehkan Standar Pelayanan Kelas Dunia, Raih Diamond Status dari WSO

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:36 WIB

BP Batam Perkuat Pembinaan Talenta Muda Lewat Batam Prime International Grassroot Football sebagai Festival 2026

Berita Terbaru