Amsakar Tanamkan “Rasa Ber-Kita”, Pemko dan BP Batam Diminta Bergerak sebagai Satu Kesatuan

- Publisher

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amsakar saat memimpin apel gabungan jajaran Pemko Batam dan BP Batam. Foto: INIKEPRI.COM

Amsakar saat memimpin apel gabungan jajaran Pemko Batam dan BP Batam. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Batam memiliki dua entitas pemerintahan yang bekerja dalam ruang pembangunan yang sama. Bagi Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, kondisi itu seharusnya tidak menjadi alasan untuk berjalan sendiri-sendiri.

Justru sebaliknya, keberadaan Pemko Batam dan BP Batam harus menjadi kekuatan yang saling menguatkan.

Pesan itu disampaikan Amsakar saat memimpin apel gabungan jajaran Pemko Batam dan BP Batam. Ia memperkenalkan satu semangat yang disebutnya sebagai “rasa Ber-Kita”, sebuah cara pandang bahwa seluruh aparatur berada dalam satu rumah besar bernama Batam.

Menurut Amsakar, tidak boleh ada sekat yang membuat satu institusi merasa lebih tinggi dibandingkan institusi lainnya.

“Jangan ada ego sektoral. Jangan merasa yang satu lebih hebat dan yang lain lebih rendah, atau sebaliknya. Kita harus melihat Batam sebagai rumah besar kita semua,” tegasnya.

Bukan Sekadar Sinergi di Atas Meja

Bagi Amsakar, sinergi tidak cukup hanya diwujudkan melalui rapat atau koordinasi antarpimpinan.

Rasa memiliki terhadap Batam, kata dia, harus tumbuh hingga jajaran aparatur paling bawah. Ketika satu bagian menghadapi persoalan, bagian lain semestinya ikut merasakan dan mencari jalan keluar.

BACA JUGA:  Li Claudia Turun Tangan Awasi Pembongkaran Reklame Bermasalah

“Kalau satu bagian sakit, bagian yang lain juga harus merasa sakit. Jangan ketika ada persoalan di satu bagian, yang lain justru bertepuk tangan. Rasa kita harus dibangun,” ujarnya.

Semangat tersebut dinilai penting agar Pemko Batam dan BP Batam tidak terjebak pada batas-batas kewenangan masing-masing. Sebab, masyarakat tidak melihat pembangunan berdasarkan sekat kelembagaan, melainkan dari hasil yang mereka rasakan.

Penghujung Tahun Jangan Sampai Lengah

Selain berbicara mengenai kebersamaan, Amsakar juga mengingatkan jajaran pemerintah agar tidak lengah memasuki penghujung tahun.

Ia meminta setiap organisasi melakukan monitoring secara langsung terhadap berbagai program dan pekerjaan yang sedang berjalan.

Menurutnya, laporan administratif saja tidak cukup untuk mengukur keberhasilan sebuah program. Aparatur harus turun ke lapangan dan melihat sendiri perkembangan pekerjaan, termasuk menemukan persoalan sebelum terlambat.

“Lakukan monitoring ke lapangan, lakukan kontrol, lihat apa persoalannya. Jangan sampai di akhir tahun baru diketahui pencapaiannya ternyata hanya sekian persen,” katanya.

BACA JUGA:  Dapat Laporan Mobil Sampah Antri Panjang, Amsakar Bergegas ke TPA Telagapunggur

Untuk pekerjaan yang sudah direncanakan dan masuk dalam kontrak, Amsakar meminta seluruh jajaran melakukan pengawalan secara serius.

Ia tidak ingin pekerjaan yang seharusnya selesai justru tertunda atau tidak mencapai target karena lemahnya pengawasan.

Bagi Amsakar, pembangunan tidak semata-mata berbicara tentang besarnya anggaran. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anggaran tersebut diterjemahkan menjadi pekerjaan yang selesai dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Integritas Aparatur dan Ruang Publik

Amsakar juga mengingatkan aparatur Pemko Batam dan BP Batam untuk semakin berhati-hati dalam menjalankan tugas di tengah keterbukaan informasi.

Perilaku seorang aparatur, kata dia, kini dapat dengan mudah menjadi perhatian publik. Karena itu, menjaga nama baik institusi tidak bisa dipisahkan dari menjaga integritas pribadi.

Di sisi lain, ia meminta jajaran komunikasi pemerintah memperkuat kolaborasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Informasi yang tidak utuh, menurutnya, berpotensi menimbulkan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat.

Amsakar tidak mempersoalkan kritik. Baginya, kritik justru dibutuhkan agar pemerintah mendapatkan perspektif lain dan masyarakat memperoleh informasi yang berimbang.

BACA JUGA:  Delapan Kelurahan di Batam Bebas Stunting pada 2023

“Kritik itu penting supaya ada informasi yang berimbang. Tetapi kalau berbicara tidak benar, itu yang menyakitkan,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong jajaran terkait untuk duduk bersama dan memperkuat penyampaian informasi melalui kanal resmi pemerintah. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menerima potongan informasi, tetapi dapat memahami persoalan secara lebih utuh.

Batam Dibangun dengan Rasa Memiliki

Pada akhirnya, pesan Amsakar bermuara pada satu hal: rasa memiliki.

Pemko Batam dan BP Batam boleh memiliki struktur, tugas dan kewenangan yang berbeda. Namun ketika berbicara tentang Batam, keduanya berada di rumah yang sama.

Semangat “Ber-Kita” yang disampaikan Amsakar bukan sekadar ajakan untuk kompak dalam bekerja. Lebih dari itu, ia ingin membangun kesadaran bahwa persoalan Batam adalah persoalan bersama, begitu pula dengan keberhasilan pembangunannya.

Ia mengajak seluruh aparatur menjadikan kebersamaan sebagai energi untuk meningkatkan kinerja dan menjawab kepercayaan masyarakat dengan kerja nyata.

“Cara kita membalas kepercayaan itu adalah dengan bekerja optimal dan mempersembahkan kerja keras,” pungkasnya.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Batam Pacu Penataan Infrastruktur Dasar dan Estetika Kota
Firmansyah Dorong Anak Muda Batam Jadi Pencipta Inovasi, Bukan Sekadar Pengguna Teknologi
Amsakar–Li Claudia Tegaskan Pemulihan Air Jadi Prioritas, Tim Teknis SPAM Bekerja Sampai Tuntas
Harumkan Nama Indonesia, Dua Siswa MAN 1 Batam Sabet Prestasi di Kompetisi Tilawah Internasional
MAN 2 Batam Borong Medali di KOMET Nasional 2026, Emas dan Dua Perak Dibawa Pulang
Jangan Terlewat! Pendaftaran Perlinsos Batam Berakhir Hari Ini, 97.997 KK Sudah Terdaftar
Zaky Zuhair, Santri MTs Darul Iman yang Bersinar di Olimpiade Bahasa Arab Ke-9
Nostalgia di Nongsa Jadi Ruang Merawat Kebersamaan, Amsakar Dorong Potensi Wisata dan Budaya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 09:01 WIB

Amsakar Tanamkan “Rasa Ber-Kita”, Pemko dan BP Batam Diminta Bergerak sebagai Satu Kesatuan

Rabu, 2 September 2026 - 08:39 WIB

Batam Pacu Penataan Infrastruktur Dasar dan Estetika Kota

Selasa, 1 September 2026 - 07:12 WIB

Firmansyah Dorong Anak Muda Batam Jadi Pencipta Inovasi, Bukan Sekadar Pengguna Teknologi

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Amsakar–Li Claudia Tegaskan Pemulihan Air Jadi Prioritas, Tim Teknis SPAM Bekerja Sampai Tuntas

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Harumkan Nama Indonesia, Dua Siswa MAN 1 Batam Sabet Prestasi di Kompetisi Tilawah Internasional

Berita Terbaru