Seperti yang diungkapkan Anggun, salah seorang pemandu karaoke. Kata dia, semenjak PSBB, dia kesulitan menyambung hidup karena tempat kerjanya ditutup.

“Aduh keluhannya banyak banget. Kami tuh benar-benar susah banget kita punya anak kita punya keluarga beban kita berat,” kata Anggun.
Katanya, sudah lima bulan dia sudah menganggur bersama teman-temannya di rumah tanpa adanya penghasilan. “Kami di rumah cuma ngurus anak aja jadinya. Sedangkan mereka kan perlu jajan, perlu bayar sekolah dan juga cicilan.”
Ia pun mengaku bingung untuk mencukupi kebutuhan keluarganya di tengah situasi pandemi seperti saat ini.
Begitu pula disampaikan peserta demo lainnya, yang terdiri dari pemandu karaoke dan terapis pijat, Ica.
Wanita yang berprofesi sebagai pemandu lagu di tempat karaoke di Jakarta itu mengaku beban hidupya bertambah selama menganggur lantaran suaminya juga selama pandemi ini juga tidak bekerja.
“Saya enggak kerja, suami juga enggak kerja. Jadi enggak punya uang. Kasihan anak kami juga terlantar,” kata Ica.
Lebih lanjut, Anggun dan Ica berharap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera bisa membuka lagi sektor usaha hiburan di Jakarta terutama Karaoke.
“Jadi tolong pak Anies segera dibuka aja tempat kerja kami,” kata mereka.
Seperti diketahui, hari ini, ada ratusan pekerja yang berasal dari terapis pijat, pegawai dan pemandu karaoke dan diskotek yang demo di depan kantor Gubernur Anies. Hingga berita ini dibuat, aksi unjuk rasa masih terus berlangsung.
Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija), Hana Suryani, menyayangkan banyaknya tempat hiburan tidak berizin yang masih beroperasi seperti biasanya. Sementara itu, tempat hiburan yang memiliki izin legal malah dilarang untuk dibuka.
Hops.id
Halaman : 1 2

















