Bocah ini Kerja Jadi Kuli, Biar Bisa Beli Smartphone Untuk Belajar

- Publisher

Minggu, 9 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grobogan, inikepri.com – Beragam cerita di balik perjuangan siswa tak mampu untuk mengikuti sekolah daring di masa pandemi virus Corona atau COVID-19. Salah satunya dialami Catur Ferianto (16) pelajar asal Grobogan, Jawa Tengah ini terpaksa menjadi kuli karena tak punya smartphone.

Siswa kelas 7 MTs Ya Robi itu mengaku mengumpulkan uang untuk membeli smartphone. Upahnya menjadi kuli bangunan rencananya akan dia belikan smartphone agar bisa mengikuti sekolah daring.

“Saya kerja buat beli HP,” kata Catur saat ditemui detikcom, di tempat kerjanya di Desa Karangrejo, Grobogan, Jumat (07/08).

BACA JUGA:  Innalilahi, Bupati Bekasi Meninggal Karena Covid-19

Setiap harinya Catur bekerja dari pukul 08.00-16.00 WIB. Dia punya waktu istirahat satu jam untuk makan siang.

Meski bertubuh kurus, anak keempat dari lima bersaudara itu tampak cekatan saat bekerja. Dia kebagian tugas menjadi pengaduk semen, mengayak pasir atau membersihkan sisa material.

“Selama ini untuk mengerjakan tugas saya selalu meminjam HP milik kakak,” tutur Catur.

Rumahnya pun tampak sederhana, lantai maupun tembok rumahnya belum diplester. Tak hanya itu atap rumahnya juga tampak renggang dan kerap bocor saat hujan.

BACA JUGA:  Ada-Ada Saja! Koin 500 Rupiah Dijual 300 Juta. Punya?

Ibu Catur, Suwarsih mengaku tak mampu membelikan anak lelakinya itu ponsel. Suwarsih mengaku tak sampai hati melihat anaknya itu bekerja sebagai kuli. Namun, keinginan anak keempatnya itu untuk membeli smartphone agar bisa mengikuti belajar daring membuatnya luluh.

“Selama ini kan sejak ada Corona belajarnya di rumah. Itu perlu HP, kalau mengerjakan tugas itu si Catur pinjam HP mbaknya,” kata Suwarsih.

Pemilik rumah tempat Catur bekerja, Marno mengaku iba dengan niat remaja itu. Dia pun mengaku sempat menolak niat Catur saat ingin bekerja di tempatnya.

BACA JUGA:  Kakek Didenda Bersama PSK, Malah Salahkan Vaksin Bikin Nafsu

“Anaknya baik, rajin dan cekatan. Awalnya waktu minta izin untuk bekerja disini saya tolak. Karena masih kecil,” kata Marno.

Marno menyebut Catur diupah Rp 50 ribu per hari. Dia pun tak memberikan tugas yang berat untuk Catur.

“Tugas dia itu mengayak pasir, mengaduk semen, membersihkan sisa-sisa material. Anaknya tergolong rajin,” puji Marno.

Sumber : www.detik.com

Berita Terkait

KPDN Berbagi Berkah, 20 Petugas Kebersihan Masjid Agung Natuna Terima Sembako dan Sagu Hati
Pastikan Kebutuhan Air Warga Tak Terganggu, Data Center Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 lt/s
Kajati Kepri Transiswara Adhi Tiba di Natuna, Disambut Bupati Cen Sui Lan dan Forkopimda
Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Investasi SDM Untuk Masa Depan Anak Hinterland
AKBP Nendra Madya Tias Jadi Plt Kapolres Mentawai, Rekam Jejaknya Membentang dari Kepri hingga Sumbar
Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam
96 Ribu Liter MinyaKita Tiba di Natuna, Cen Sui Lan Pastikan Harga Tak Melambung
Amsakar Luncurkan Tim Cakalang, Urus Administrasi BBM Nelayan Kini Jemput Bola
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 09:00 WIB

KPDN Berbagi Berkah, 20 Petugas Kebersihan Masjid Agung Natuna Terima Sembako dan Sagu Hati

Jumat, 25 September 2026 - 07:59 WIB

Pastikan Kebutuhan Air Warga Tak Terganggu, Data Center Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 lt/s

Jumat, 25 September 2026 - 07:44 WIB

Kajati Kepri Transiswara Adhi Tiba di Natuna, Disambut Bupati Cen Sui Lan dan Forkopimda

Jumat, 25 September 2026 - 06:03 WIB

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Investasi SDM Untuk Masa Depan Anak Hinterland

Kamis, 24 September 2026 - 06:30 WIB

Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam

Berita Terbaru