Bagaimana Cara Melakukan Vaksinasi Covid-19 Terhadap 7 Miliar Orang?

- Admin

Sabtu, 15 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Berbagai tim peneliti di seluruh dunia sedang berusaha mengembangkan vaksin yang efektif melawan Covid-19. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnso,n menyebutnya “usaha bersama paling mendesak seumur hidup kita”.

Namun lepas dari sains dan teknologi tinggi untuk menemukan formula yang cocok, bagaimana dengan logistik yang dibutuhkan untuk mengantarkan vaksin kepada tujuh miliar orang di seluruh dunia?

Di Inggris, jantung usaha itu ada di Harwell Science Campus, di bekas pangkalan udara AU Inggris di Oxfordshire.

Tempat itu akan menjadi Pusat Manufaktur dan Inovasi Vaksin Inggris (VMIC), rencana yang dimajukan karena Covid-19.

“Kami benar-benar mempercepat tenggatnya jadi setengahnya. Jadi kalau sebelumnya kami berekspektasi bisa siap pada 2022, sekarang kami berharap [fasilitas] ini bisa online pada 2021,” Matthew Duchars, kepala eksekutif VMIC, menjelaskan.

`Seperti Memanggang Kue`

Duchars belum mengambil liburan musim panas karena ia tahu tempat ini bisa dipilih untuk memproduksi vaksin yang dikembangkan Oxford University. Ia terus berkontak dengan tim di Jenner Institute, tak jauh dari Oxford.

Ia berkata ini tanggung jawab berat.

“Sangatlah penting, tidak hanya bagi negara ini tapi juga dunia, untuk mampu memproduksi vaksin seperti ini dengan cepat dan efektif,” ujarnya.

“Analoginya seperti memanggang kue di rumah. Anda bisa berjam-jam mempersiapkan kue yang sempurna, dan sekarang Anda harus keluar dan memanggang 70 juta kue itu dan semuanya harus sempurna, jadi ini tantangan yang cukup berat.”

Baca Juga :  Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Corona

Vaksin oral dan suntik untuk Covid-19: Dua peneliti Indonesia di Inggris ikut `berpacu dengan waktu di tengah pandemi”
Siapa Sarah Gilbert, pimpinan tim vaksin Covid-19 di Universitas Oxford?

Baca Juga : Haru! Hanya Terhalang Sekat, Dua Tentara Beda Agama Ini Beribadah Bersamaan dengan Khusyuk

Vaksin Covid-19 Yang Dikembangkan Oxford Aktifkan Kekebalan Tubuh

“Cukup berat” adalah deskripsi yang terlalu halus.

Oxford University telah menyiapkan laboratorium sementara untuk mulai memproduksi vaksinnya sekarang, bahkan sebelum mereka tahu hasil uji cobanya.

Pada akhirnya, umat manusia perlu membuat miliaran dosis dari berbagai jenis vaksin Covid-19. Mereka semua harus dimanufaktur, didistribusi, dan diberikan di seluruh dunia.

Aliansi vaksin internasional – Gavi – meminta negara-negara untuk mulai memikirkan distribusi vaksin mulai dari sekarang.

Tapi tidak mudah mendapatkan kerja sama internasional, karena banyak negara kaya sudah melakukan kesepakatan bilateral dengan perusahaan obat untuk memastikan mereka bisa mendapatkan suplai jika formula yang tepat ditemukan.

Mengalahkan Egoisme

CEO Gavi, Seth Berkley, mengatakan salah satu rintangan terbesar yang ia hadapi adalah hal yang disebut “nasionalisme vaksin”.

“Saya rasa kita butuh semua negara untuk berpikir global dalam perkara ini, sebagian karena itu hal yang benar, tapi juga untuk kepentingan mereka sendiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Ingat Covid-19! Jangan Buka Masker saat Bepergian Naik Pesawat

“Bila masih ada virus dalam jumlah besar di negara-negara sekitar, Anda tidak bisa kembali berdagang, bepergian, atau menggerakkan manusia seperti biasa. Sangat penting untuk menganut pola pikir itu: kita tidak aman, kecuali semua orang aman.”

Selain berusaha memastikan negara-negara berkembang mendapat akses ke vaksin yang tepat, Berkley harus berpikir tentang aspek-aspek distribusi vaksin yang lebih remeh-temeh, seperti apakah ada cukup botol kaca di dunia. Telah ada laporan tentang kemungkinan kemacetan dalam produksi kaca untuk alat-alat medis.

“Kami khawatir tentang itu,” Berkley mengakui, “jadi kami langsung membeli botol untuk dua miliar dosis vaksin, itu jumlah dosis yang kami harapkan bisa siap pada akhir 2021.”

Jika botol kaca bisa jadi masalah, begitu pula dengan lemari es, karena kebanyakan vaksin perlu disimpan dalam temperatur rendah.

Baca Juga : Jahat! Janda Cantik Ini Dibunuh Pacarnya Gara Gara Ada Bau Sperma di Sofa

Kapasitas Pendingin

Profesor Toby Petes, pakar dalam logistik rantai dingin di Universitas Birmingham, membantu organisasi seperti Gavi berpikir tentang bagaimana mereka bisa memaksimalkan kapasitas pendingin yang sudah ada di negara-negara berkembang.

Ia berkata: “Bukan cuma soal lemari es khusus vaksin, hal-hal lain juga: palet yang akan memindahkannya di pesawat terbang; kendaraan yang membawanya ke toko obat lokal, dan motor serta orang-orang yang mengantarkannya ke masyarakat. Semua ini harus bekerja dengan lancar.”

Baca Juga :  Juru Bicara Pemerintah: Satu-satunya Jalan Hadapi Virus Corona Yakni Ubah Cara Hidup

Banyak Botol Kaca Dibutuhkan, Serta Lemari Es Untuk Menyimpannya

Prof. Peters telah berbicara pada perusahaan makanan dan minuman tentang kemungkinan meminjam penyimpanan rantai dingin untuk membantu proyek raksasa ini.

Untuk membuat distribusi vaksin lebih mudah diatur, negara-negara harus memikirkan siapa yang akan diprioritaskan di antara rakyat mereka.

Siapa yang akan pertama dapat vaksin?
Dr. Charlie Weller, kepada divisi vaksin di Wellcome Trust, Inggris, mengatakan negara-negara harus menanyakan beberapa pertanyaan jujur.

“Siapa yang butuh vaksin ini? Siapa kelompok yang paling berisiko? Dan siapa yang menjadi prioritas tertinggi? Karena kita yakin bahwa suplai vaksin apapun pada awalnya akan terbatas, jadi pilihan harus dibuat.”

Bahkan Proses Vaksinasinya Sendiri Tidak Akan Mudah

Inggris, sedang mempertimbangkan untuk menggunakan jaringan tempat pemungutan suara sebagai cara memvaksinasi masyarakat. Tapi bagi negara-negara yang lebih miskin akan lebih susah lagi.

Weller menegaskan sistem layanan kesehatan yang kuat akan menjadi kuncinya, dengan tenaga kesehatan yang memiliki keahlian teknis khusus untuk mengimunisasi kelompok target.

Baca Juga : Hagia Sophia Jadi Klaster Baru Penularan Corona, Ratusan Orang Positif

Semua ilmuwan berpikir semacam vaksin pada akhirnya pasti ditemukan. Akan tetapi banyak dari mereka berkata tidak bisa tidur memikirkan sangat banyaknya hal yang perlu dilakukan untuk mengantarkannya pada miliaran manusia.

Sumber : BbcIndonesia

Berita Terkait

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari
Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua
Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya
Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online
Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita
Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik
Tak Takut Maag, Ini Makanan Penambah Darah yang Ramah Lambung
Manfaat Mandi Subuh, Dari Daya Tahan Tubuh hingga Kesehatan Mental
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:47 WIB

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari

Senin, 12 Januari 2026 - 08:03 WIB

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:29 WIB

Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:56 WIB

Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:06 WIB

Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita

Berita Terbaru