Batam, inikepri.com – Hampir naas, tiga orang pemancing terbawa arus saat memancing dengan menggunakan gabus bekas box es, Rabu (19/8).
Ketiga pemancing yang bernama Junaidi S Meliala, Lewic Suseno dan Yogi Pratama ini mulanya memancing di perairan antara Kampung Kelembah dan Perairan Botania.
Tiga orang tersebut berangkat memancing ikan ke perairan laut melewati bibir pantai Padepokan yg ada di belakang Perum. Botania Garden I, Batam Kota.
Box es mereka kayuh hingga 20 meter dari bibir pantai. Mereka lalu memancangkan dua buah batang kayu dan mengikat box es yang mereka tumpangi.
Tiba-tiba angin berhembus kencang, ikatan box es terlepas hingga makin menjauh ke tengah laut antara Pantai Terih dan Pantai Kelembah.
Kepanikkan sontak saja menghantui mereka bertiga. Mereka berusaha membawa box es itu menepi, namun sia-sia karena angin yang bertiup kencang. Sesekali mereka mencoba berteriak, namun tidak ada yang mendengar.
Untung, salah satu dari mereka membawa handphone. Tanpa menunggu waktu lama, mereka langsung menghubungi bibinya yang bernama Ermida Bangun.
Kemudian bibinya memberitahukan kepada Ketua RT Perum BPD, Batam Kota, Erry Syahrial yang selanjutnya memberitahukan kejadian ini ke Polsek Batam Kota.
Mendapat laporan, Sekitar jam 16.00 wib Personil Polsek Batam Kota, Aiptu Erwin Sibarani memberitahukan ke Unit Gakkum Polair Polresta terkait peristiwa tersebut karena ketiga korban mengaku sudah mendekati kawasan Ocarina , selanjutnya Unit Gakkum Polair Polresta Barelang mendatangi lokasi kawasan Ocarina untuk melakukan koordinasi evakuasi korban, namun saat tiba di Ocarina keberadaan korban tidak ada terlihat disekitaran perairan Ocarina.
Kemudian Kanit Gakkum Polair IPTU Benny Syahrizal SH MH melakukan koordinasi dengan warga yg berada di Kampung Terih untuk membantu korban melalui saksi- Saksi. Sekitar jam 17.00 WIB ketiga korban dapat ditemukan dan dievakuasi ke pantai Botania.
https://www.instagram.com/p/CEHAQekljxt/?igshid=krm68ei6f3t9
Menyikapi Hal tersebut, Kapolresta Barelang AKBP Yos Guntur Y.F.S SH, SIK, MH, membenarkan adanya kejadian tersebut dan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dalam situasi cuaca yang ekstrem seperti ini untuk tidak melakukan aktivitas memancing denga peralatan yang tidak memiliki safety.
“Apalagi menggunakan rakit yang terbuat dari gabus seperti kejadian tersebut karena dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” Ungkap kapolresta yang di sampaikan beliau melalui Kasubbag Humas Polresta Barelan, AKP Betty Novia.

















