Survei: PSI Lolos Parlemen, Nasdem, Demokrat Gagal Tapi…

- Publisher

Rabu, 16 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, inikepri.com – Enam parpol diprediksi lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dengan perolehan suara PDI Perjuangan diperkirakan masih unggul dalam Pemilihan Umum 2024. Dari enam parpol itu, PSI lolos parlemen kalahkan partai besar lainnya, seperti Demokrat sampai PAN.

Temuan survei yang dilakukan Polmatrix Indonesia menunjukkan PDIP masih memuncaki elektabilitas meskipun turun dari 33,3 persen dalam survei sebelumnya pada bulan Mei 2020 menjadi 28,7 persen.

PSI Lolos Parlemen

Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto dalam rilisnya di Jakarta, Rabu 16 September 2020, menyebutkan enam partai politik berhasil mengamankan diri di atas ambang batas jika parliamentary threshold pada angka 4 persen.

BACA JUGA:  Prabowo Gantikan Maruf Amin?

Menyusul PDIP adalah Gerindra (dari 13,7 persen menjadi 13,9 persen), Golkar (9,7—8,4 persen), PKS (5,4—5,8 persen), PKB (6,7—5,3 persen), dan Partai Solidaritas Indonesia (4,3—4,5 persen).

“Jika pemilu digelar saat ini, elektabilitas PDIP masih tetap nomor satu dan enam parpol lolos ambang batas 4 persen, termasuk PSI yang tidak memiliki kursi pada Pemilu Anggota DPR RI 2019,” katanya menjelaskan dikutip dari Antara.

PDIP Unggul

Menurut Dendik, unggulnya PDIP tidak dapat dilepaskan dari posisinya sebagai parpol utama dalam pemerintahan.

Sementara itu, PSI yang hanya memiliki kursi di tingkat DPRD provinsi dan kabupaten/kota tampak bakal mendulang dukungan publik. Jika kondisi ini bertahan, besar kemungkinan PSI akan lolos ke Senayan pada pemilu mendatang.

BACA JUGA:  Menkominfo Ajak Masyarakat Jaga Perdamaian dengan Teknologi Digital selama Pemilu 2024

Elektabilitas sejumlah parpol Senayan masih berada di bawah 4 persen, yaitu NasDem (4,1—3,9 persen), Demokrat (3,8—3,7 persen), PAN (2,2—2,0 persen), dan PPP (1,5—1,7 persen).

“Jika memperhitungkan margin of error, parpol-parpol tersebut masih berpeluang lolos, kecuali PPP yang masih tipis di bawah 4 persen,” kata Dendik.

Nasib PPP bisa berakhir tragis seperti Hanura yang tersingkir dalam Pemilu 2019. Nasib Hanura juga tampaknya masih belum akan membaik karena elektabilitasnya masih sangat kecil (0,9—0,6 persen). Hanura menjadi parpol papan bawah bersama dengan Perindo (1,1—0,9 persen), Berkarya (0,3—0,4 persen), PBB (0,2—0,1 persen), sedangkan PKPI dan Garuda 0 persen.

BACA JUGA:  Ganjar Pranowo Siap Gerak Lebih Cepat untuk Majukan Indonesia

Dinamika Masih Tinggi

Dinamika yang terjadi dalam kurang dari 4 tahun ke depan masih sangat mungkin berubah. Parpol-parpol harus memainkan strategi untuk menambah elektabilitas atau setidaknya menjaga posisi saat ini.

Sebagai catatan, masih ada 20,1 persen yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab, naik dari 13,6 persen dalam survei sebelumnya.

Survei Polmatrix Indonesia dilakukan pada tanggal 1—10 September 2020, dengan jumlah responden 2.000 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.

Metode survei dilakukan dengan menghubungi melalui sambungan telepon terhadap responden survei sejak 2019 yang dipilih secara acak. Margin of error survei sebesar ±2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berita Terkait

Sejarah NasDem dan Ujian Terbarunya: Membaca Isu Merger di Peta Politik Nasional
Banyak Capaian Nyata dalam 1,5 Tahun, KNPI Puji Pemerintahan Prabowo: Mulai Pemberantasan Korupsi hingga Mafia Tambang
Gerindra Kepri Terus Bergerak Hadirkan Dampak Nyata bagi Kesejahteraan Masyarakat
Wacana Polri di Bawah Kementerian Ditolak PROJO, Ini Alasannya
DPW NasDem Kepri Kumpulkan DPD se-Kepri: Soliditas Kader Jadi Fokus Utama
Dukungan untuk Rocky Marciano Bawole Pimpin Kembali DPW PKB Kepri Terus Mengalir
Kuda Hitam dari Dalam Rumah: Muhammad Nur dan Arah Baru NasDem Batam
KPU Siapkan Usulan Desain Baru Pemilu Terpisah

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:20 WIB

Sejarah NasDem dan Ujian Terbarunya: Membaca Isu Merger di Peta Politik Nasional

Sabtu, 11 April 2026 - 15:38 WIB

Banyak Capaian Nyata dalam 1,5 Tahun, KNPI Puji Pemerintahan Prabowo: Mulai Pemberantasan Korupsi hingga Mafia Tambang

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:32 WIB

Gerindra Kepri Terus Bergerak Hadirkan Dampak Nyata bagi Kesejahteraan Masyarakat

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:07 WIB

Wacana Polri di Bawah Kementerian Ditolak PROJO, Ini Alasannya

Sabtu, 6 Desember 2025 - 15:39 WIB

DPW NasDem Kepri Kumpulkan DPD se-Kepri: Soliditas Kader Jadi Fokus Utama

Berita Terbaru