FB Mulai Galak! Grup Penyebar Hoaks Segera Dihapus

- Publisher

Minggu, 20 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Aplikasi sosial media Facebook kini mulai galak khusus bagi grup yang terbukti menyebarkan informasi bohong atau hoax.

Kebijakan ini dilakukan pengelola facebook di tengah pemanfaatan teknologi media sosial untuk menyebarkan informasi bohong yang sudah sering terjadi. Dalam aturannya pengelola Facebook berhak menghapus grup yang digunakan untuk penyebaran hoax.

Sebuah grup yang terbukti, menurut informasi resmi seperti dikutip Hops.id melalui The Verge, mengingkap bahwa administrator dan anggota pada group akan mendapatkan sanksi yakni tidak bisa membuat grup baru.

Sedangkan jika grup tidak memiliki administrator maka akan diarsipkan. Selain itu Facebook tidak akan menyertakan grup yang berhubungan dengan Kesehatan serta rekomendasinya. Diperkirakan hal ini berkaitan dengan banyaknya informasi bohong di tengah kondisi pandemi.

BACA JUGA:  Cara Lacak Orang Hanya dengan Nomor Handphone

Dalam aturan yang telah dikeluarkan terdapat pula kebijakan baru yang mendorong administrasi kelompok yang lebih aktif. Hal lain bila administratornya mundur, mereka dapat mengundang anggota untuk menggantikannya.

Namun jika tidak ada, maka facebook akan mengusulkan admin kepada anggota baru. Langkah tersebut menjadi opsi terakhir dalam grup jika tidak tercapai maka grup akan diarsipkan.

Lain halnya jika terdapat anggota dalam grup yang melakukan pelanggaran standar komunitas, dan disetujui oleh moderator terkait unggahan yang dilakukan anggota selama 30 hari dan dilakukan berulang kali maka secara otomatis grup tersebut akan dihapus.

Sedangkan jika grup tidak memiliki adminstrator maka akan diarsipkan. Kemudian Facebook tidak akan menyertakan grup yang berhubungan dengan kesehatan dalam rekomendasinya.

BACA JUGA:  Simpati, Kartu AS, dan Loop Dilebur Jadi Telkomsel PraBayar

Meski terkesan galak, Facebook bertujuan membantu para penggunanya di tengah kondisi pandemic covid-19 yang terjadi di banyak negara dunia. Penyebaran informasi yang tak terverifikasi sehingga membuat pengaruh negatif bagi para pengguna sosial media.

Sebelumnya aplikasi Facebook sendiri telah mencoba membatasi konten anti vaksinasi dan misinformasi virus corona melalui metode lain. Termasuk menambahkan informasi kontekstual ke unggahan yang membahas covid-19 dan memasang spanduk di halaman terkait vaksinasi.

Gegara Lambat Tangani Hoaks Facebook Ditinggal Klien

Facebook ditinggal oleh berbagai perusahaan multinasional. Hal ini lantaran aplikasi besutan Mark Zuckerberg itu dianggap lambat menangani ujaran kebencian.

Aksi ini merupakan bagian dari kampanye Stop Hate for Profit, di mana berbagai perusahaan berjanji untuk tidak memasang iklan di Facebook selama bulan Juli. Hasilnya, ada lebih dari 160 perusahaan yang menarik uang mereka kembali, di antaranya Coca-Cola, Starbucks, Unilever, dan Verizon.

BACA JUGA:  Begini Lho Cara Cek Nomor WA yang Sering Dihubungi si Doi

Bahkan, Unilever telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka tidak akan memasang iklan di Facebook hingga akhir tahun ini. Mereka menuntut Facebook agar melakukan tindakan tegas terhadap unggahan yang memuat unsur rasisme, kekerasan, serta kebohongan di platform berlogo biru tersebut.

Karena peristiwa ini, saham Facebook anjlok sebanyak 8% atau sekitar US$72 milyar (Rp103 triliun). Padahal, pada tahun sebelumnya Facebook berhasil meraup keuntungan sebesar US$102 milyar hanya dari iklan. Dengan begitu, dapat dipastikan bahwa dampak yang dirasakan Facebook cukup signifikan.

Sumber : www.hops.id

Berita Terkait

Sering Di-mention Orang Asing di Status WhatsApp? Ini Cara Mengatasinya
Handphone Termahal di Indonesia 2026: Bukan Sekadar HP, Ini Simbol Status Anak Sultan
Aturan Baru Registrasi Kartu Seluler, Satu Identitas Maksimal Tiga Nomor
Bocoran Spesifikasi iPhone Fold dan iPhone 18 Pro Series Mulai Terungkap
Apple Siapkan Peningkatan Kamera dan Baterai untuk iPhone Air 2
Indonesia Negara Pertama di Dunia Blokir Grok demi Lindungi Perempuan dan Anak
WhatsApp Hadirkan Fitur Baru di Obrolan Grup, Dari Tag Anggota hingga Pengingat Acara
Honor Power 2 Debut Awal 2026, Usung Baterai Jumbo dan Desain Premium

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:12 WIB

Sering Di-mention Orang Asing di Status WhatsApp? Ini Cara Mengatasinya

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:03 WIB

Handphone Termahal di Indonesia 2026: Bukan Sekadar HP, Ini Simbol Status Anak Sultan

Minggu, 25 Januari 2026 - 08:57 WIB

Aturan Baru Registrasi Kartu Seluler, Satu Identitas Maksimal Tiga Nomor

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:22 WIB

Bocoran Spesifikasi iPhone Fold dan iPhone 18 Pro Series Mulai Terungkap

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:26 WIB

Apple Siapkan Peningkatan Kamera dan Baterai untuk iPhone Air 2

Berita Terbaru