Pakar: Penyebaran Virus Covid-19 Paling Sering Terjadi Melalui Tangan

- Publisher

Minggu, 11 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (ist)

Ilustrasi (ist)

Banjarmasin, inikepri.com – Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Dr dr Syamsul Arifin MPd mengatakan penyebaran COVID-19 paling sering terjadi melalui tangan.

Dia menjelaskan penyakit saluran pernapasan seperti COVID-19 yang disebabkan coronavirus menyebar ketika percikan dahak yang mengandung virus masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, atau tenggorokan. Akan tetapi, penyebaran virus dari satu orang ke orang lain paling sering terjadi melalui tangan.

“Di saat kepatuhan masyarakat sudah meningkat terhadap penggunaan masker yang terstandar, malah sering terabaikan untuk cuci tangan. Hal ini penting karena kita tidak bisa menjamin apakah tangan tidak pernah menyentuh wajah atau masker,” kata dia di Banjarmasin, Minggu (11/10).

BACA JUGA:  7 Manfaat Dahsyat Toge untuk Pria: Bikin Subur, Jantung Sehat, Tubuh Kuat!

Syamsul mengungkapkan penelitian tahun 2016 dari New South Wales, Australia, menyebutkan orang-orang menyentuh wajah sekitar 23 kali dalam satu jam. Hampir setengah dari sentuhan wajah melibatkan mulut, hidung, atau mata yang notabene menjadi jalur termudah bagi virus dan bakteri memasuki tubuh.

Untuk itulah, mencegah penyebaran virus dengan rutin cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sangat diperlukan. Mencuci tangan mungkin terlihat cukup mudah, tetapi kenyataannya hanya 5 persen orang benar-benar memahami mencuci tangan yang baik dan benar.

BACA JUGA:  Corona Belum Usai, Begini Cara Tingkatkan Imun Tubuh

“Pemahaman cuci tangan sangat perlu dikampanyekan terlebih dalam rangka memperingati hari cuci tangan pakai sabun sedunia pada tanggal 15 Oktober nanti,” tutur Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran ULM itu.

Syamsul menambahkan, mencuci tangan dengan sabun dalam kondisi air mengalir dapat menurunkan risiko terkena penyakit bakterial sebesar 50 persen. Namun, syaratnya lama waktu yang diperlukan agar bersih dari sebagian besar virus maka mencuci tangan setidaknya selama 20-30 detik.

BACA JUGA:  COVID-19 Tembus 7.010 Sehari, Satgas IDI Minta PTM 100 Persen Dihentikan Sementara

Sedangkan kondisi tangan setelah dicuci juga patut jadi perhatian. Kondisi tangan yang basah menyebarkan virus 1.000 kali lebih banyak daripada tangan yang kering. Karena itulah, sangat penting untuk mengeringkan tangan dengan tisu sekali pakai setelah dicuci.

“Dengan cuci tangan yang benar, maka minimal dapat menurunkan risiko penularan COVID-19 sekitar 35 persen dan semakin sempurna jika diikuti penggunaan masker dan jaga jarak minimal 1,5 meter,” ujar pria yang menjabat Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya itu. (RM/Merdeka)

Berita Terkait

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar
Begini Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa agar Tetap Percaya Diri
WHO Ungkap Gejala, Pola Penularan, dan Risiko Penyakit Virus Nipah
BPOM RI Tegaskan Susu Formula di Indonesia Aman

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Selasa, 3 Maret 2026 - 03:42 WIB

Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:15 WIB

Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa

Rabu, 25 Februari 2026 - 03:47 WIB

Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Senin, 23 Februari 2026 - 01:30 WIB

Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar

Berita Terbaru