Diantaranya, pelaksanaan program peningkatan promosi dan kerja sama investasi melalui promosi dan partisipasi pameran dalam negeri serta fasilitasi antara pelaku UMKM dan dunia usaha.
Perencanaan tenaga kerja kota tanjungpinang untuk pencapaian perluasan perencanaan tenaga kerja, bimbingan penyuluhan LKPM online bagi pelaku usaha dalam rangka peningkatan iklim investasi, pelatihan dan sertfikasi tenaga kerja.
Selain itu dalam rangka perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan juga sudah dilakukan kegiatan pasar murah, pengoperasian metrologi legal dan pemantauan harga stok bahan kebutuhan pokok dan juga telah dilakukan kegiatan peningkatan sarana perdagangan.
Sehingga didapati beberapa kinerja turut meningkat dari target dan tahun sebelumnya diantaranya, peningkatan pada nilai investasi asing dari USD2.930 menjadi USD10.652, pencapaian nilai invetasi dalam negeri sebesar Rp535,8 milyar lebih tinggi dari target yang ditetapkan yaitu Rp320 miliar.
“Meningkatnya besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan berbasis kompetensi dari 16% menjadi 33%, serta tercapainya pengendalian fluktuasi harga bahan pokok dan kelancaran arus sembako, serta persentase wajib ukur tera, hingga penyediaan pasar dalam kondisi yang baik,” papar Rahma.
Sedangkan dalam pengembangan kebudayaan dan kepariwisataan, Rahma memaparkan, telah dilaksanakan program prioritas dalam mendukung peningkatan budaya serta destinasi wisata diantaranya, pengamanan situs sejarah dan cagar budaya kota Tanjungpinang.
Serta pembentukan kelompok sadar lestari cagar budaya dan pembentukan tenaga ahli cagar budaya (TACB) kota tanjungpinang, revitalisasi gedung kantor serta berbagai fasilitas penunjang di museum kota Tanjungpinang.

















