Warga Menanti Pembangunan SPBU di Ibu Kota Kabupaten Lingga

- Publisher

Senin, 2 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi SPBU (ist)

Ilustrasi SPBU (ist)

Lingga, inikepri.com – Warga yang tinggal di Pulau Daik, ibu kota Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau sampai sekarang menanti pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

M Salim, salah seorang pemuda di Daik, Minggu (1/11/2020) mengatakan selama ini pengendara sepeda motor dan mobil terpaksa membeli premium yang dijual eceran.

SPBU semestinya dibangun di pusat pemerintahan Lingga.

BACA JUGA:  Mengenal Ritual Pengobatan Berjenjang, Pengobatan Melayu Klasik

“Miris, setelah 17 tahun Lingga menjadi kabupaten, tapi di Daik belum ada SPBU,” katanya, yang juga Wakil Kepala Bidang Agutasi Dewan Pengurus Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut dia, SPBU merupakan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, yang menjadi salah satu tolak ukur ukuran kemajuan suatu daerah. Jumlah kendaraan yang cukup banyak, terutama kendaraan roda dua, semestinya menjadi perhatian pemerintah untuk membawa pengusaha membangun SPBU di Daik.

BACA JUGA:  Polres Lingga Amankan dan Kawal Pawai Yayasan Melayu Cendikia Kabupaten Lingga dalam Rangka Menyambut Ramadhan 1446 H

“Malu, kalau ada tamu atau wisatawan datang ke Daik, tetapi untuk SPBU saja tidak ada. Ini ibu kota kabupaten, pusat pemerintahan, tapi dikemas seperti perkampungan,” ucapnya.

Salah seorang warga Daik, Suryati, mengatakan SPBU itu dibutuhkan agar kendaraan yang digunakan masyarakat terawat.

BACA JUGA:  Jelang Musda ke-3 KNPI Lingga, Ade Fahriansyah Nyatakan Siap Maju

“Semakin bagus kalau ada SPBU,” katanya.

Agung, salah seorang pemuda di Daik, mengatakan pembangunan SPBU dibutuhkan masyarakat karena harga premium eceran contohnya jauh lebih mahal dibanding harga yang ditetapkan Pertamina.

“Harga premium dalam satu botol ukuran 1.500 ML Rp14.000. Kalau di-SPBU paling hanya sekitar Rp11.000,” ujarnya. (RWH)

Berita Terkait

Siswa SMAN 1 Lingga Tembus Final Olimpiade Siswa Buddhis Nasional 2026
Dari Daik ke OMI Provinsi, Empat Siswa MTs Aqidatunnajin Bawa Harapan Madrasah
Unik! Dua Pasang Pengantin Akad Nikah di Atas Perahu LANTERA di Lingga
Toreh Prestasi di OMI 2026, Empat Siswa MTs Aqidatunnajin Wakili Lingga ke Tingkat Provinsi
Karhutla Lingga Meluas 12 Hektare, Lahan Gambut dan Angin Kencang Jadi Kendala
Dari Matematika hingga IPS, 9 Murid MTsN Lingga Unjuk Kemampuan di OMI 2026
10 Siswa MTs Aqidatunnajin Daik Terima Beasiswa BAZNAS Lingga
Semarak HUT ke-81 RI, MTsN Lingga Gelar E-Sport Football Cup Antar Kelas

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Siswa SMAN 1 Lingga Tembus Final Olimpiade Siswa Buddhis Nasional 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Dari Daik ke OMI Provinsi, Empat Siswa MTs Aqidatunnajin Bawa Harapan Madrasah

Kamis, 17 September 2026 - 11:10 WIB

Unik! Dua Pasang Pengantin Akad Nikah di Atas Perahu LANTERA di Lingga

Senin, 14 September 2026 - 08:58 WIB

Toreh Prestasi di OMI 2026, Empat Siswa MTs Aqidatunnajin Wakili Lingga ke Tingkat Provinsi

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Karhutla Lingga Meluas 12 Hektare, Lahan Gambut dan Angin Kencang Jadi Kendala

Berita Terbaru