INIKEPRI.COM – Insiden tak terduga terjadi di kawasan pelabuhan Tanjung Buton, Desa Mepar, Kecamatan Lingga. Sebuah dermaga apung dilaporkan roboh secara tiba-tiba, meski kondisi cuaca saat kejadian terpantau normal tanpa hujan maupun angin kencang.
Peristiwa ini sontak memicu perhatian warga. Pasalnya, dermaga tersebut tergolong baru karena rampung dibangun pada Desember 2025. Artinya, usia bangunan belum genap enam bulan saat insiden terjadi.
Proyek pembangunan dermaga itu diketahui merupakan pekerjaan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Perhubungan dengan nilai anggaran mencapai Rp704.254.145,82. Pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor CV Nirwana Jaya dengan pengawasan CV Aska Perkasa Konsultan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait kualitas konstruksi. Warga menilai, ambruknya fasilitas publik dalam waktu singkat menjadi hal yang janggal.
“Tidak ada hujan, tidak ada angin kencang, tapi tiba-tiba roboh. Kami jadi khawatir dengan kualitasnya,” ujar seorang warga setempat.
Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Perhubungan langsung melakukan pengecekan di lapangan. Kepala Bidang Laut Dishub Lingga, Dicky, membenarkan pihaknya telah menerima laporan pada sore hari saat kejadian.
Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan awal mengindikasikan adanya gangguan teknis pada bagian bolder ring yang tersangkut di tiang dermaga.
“Setelah dicek, bolder ring pada tiang tersangkut. Saat air pasang, salah satu bagian tidak bisa bergerak sebagaimana mestinya,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Diduga, kondisi tersebut membuat dermaga tidak mampu menyesuaikan pergerakan pasang surut air laut, sehingga berujung pada kerusakan struktur. Meski demikian, penyebab pasti tersangkutnya komponen tersebut masih dalam proses penelusuran.
Karena proyek ini merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kepri, Dishub Lingga telah melakukan koordinasi lebih lanjut. Pihak provinsi meminta agar kondisi dermaga kembali dipantau saat air surut dan pasang berikutnya untuk memastikan fungsi ponton.
Saat ini, perbaikan fisik belum dapat dilakukan oleh pemerintah kabupaten karena proyek masih berada dalam masa pemeliharaan oleh kontraktor.
Meski demikian, Dishub Lingga menegaskan bahwa penanganan harus segera dilakukan mengingat fungsi dermaga yang vital bagi masyarakat.
“Kami sudah meminta agar segera ditindaklanjuti, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat dan fungsi transportasi laut,” tegas Dicky.
Hingga berita ini disusun, kondisi dermaga masih dalam pemantauan, sementara masyarakat berharap adanya kejelasan serta langkah cepat dari pihak terkait untuk memastikan keamanan dan kelayakan fasilitas tersebut.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















