Laman Kumparan.com melansir bahwa sebagian masyarakat Kotabaru percaya keberadaan Saranjana.
Sebenarnya, tidak diketahui secara pasti awal mula cerita mengenai kota gaib atau kota supranatural.
“Kalau ditanya ke orang Kotabaru, pasti mereka tahu soal Saranjana. Atau paling enggak mereka pernah dengar,” ujar Masyhur.
Masyhur adalah sejarawan dari Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Dia mengatakan kalau Saranjana tidak dapat dilepaskan dari aspek sejarah lisan, lantaran batas fakta atau mitosnya sangat tipis.
Masyhur melanjutkan keberadaan kota yang hilang ini bisa dilihat dari aspek historis melalui metode penelitian sejarah.
Metode yang digunakan mulai dari metode heuristik, verifikasi, interpretasi, dan juga historiografi.
Pulau Laut dan Keberadaan Saranjana

















