Senin, 25 Januari 2021
log
16 Des 2020
(IS/inikepri.com)
(IS/inikepri.com)

INIKEPRI.COM – Kericuhan terjadi di Bandara Internasional Hang Nadim Batam oleh sejumlah orang pada Rabu (16/12/2020) sore. Sekelompok orang tersebut melempari petugas yang tengah melakukan pengamanan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam dengan menggunakan botol aqua berisi air dan batu, sehingga kericuhan pun tak terelakkan.

Kericuhan terjadi di Bandara Internasional Hang Nadim Batam antara sejumlah massa dengan petugas pengamanan gabungan. (IS/inikepri.com)

Kericuhan dipicu karena adanya seorang pejabat negara yang diduga telah melakukan korupsi yang akan datang ke Kota Batam melalui Bandara Hang Nadim Batam.

Pantauan inikepri.com saat di lokasi, unjuk rasa semakin memanas, terdengar beberapa kali suara letusan senjata laras panjang yang dikeluarkan oleh anggota TNI Angkatan Udara (AU) untuk memukul mundur para demonstran.

Kericuhan Unjuk Rasa (Unras) yang berlangsung tersebut hanyalah simulasi Penanggulangan Huru-Hara (PHH), jika terjadinya unjuk rasa yang berakibat anarkis di Objek Vital Nasional (OVN).

Petugas gabungan saat memukul mundur para demonstrasi. (IS/inikepri.com)

“Sore ini (Rabu), Pangkalan TNI Angkatan Udara (AU) Lanud Hang Nadim kemudian dari Avsec Bandara Hang Nadim, Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan (Ditpam BP Batam) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Batam serta Kepolisian Sektor (Polsek) Bandara Hang Nadim telah melaksanakan simulasi PHH dalam hal ini di Bandara Hang Nadim dari para demonstrasi yang bertindak anarkis,” ujar Komandan Lanud (Danlanud) Hang Nadim, Letkol Pnb Urip Widodo melalui Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Hang Nadim, Mayor Lek Wardoyo di lokasi ketika diwawancarai sejumlah awak media usai melaksanakan kegiatan simulasi PHH tersebut.

Petugas gabungan saat siap-siaga memukul mundur para demonstrasi. (IS/inikepri.com)

Informasi yang diterima oleh inikepri.com, sebanyak lebih kurang 170 orang yang terlibat dalam kegiatan simulasi PHH. Diantaranya satu (1) pleton anggota prajurit Lanud Hang Nadim berjumlah sebanyak 31 orang sebagai tim Pengendali Huru-Hara dan satu regu tim penembak Lanud Hang Nadim.

“Untuk anggota yang kami libatkan pada sore ini sejumlah 170 orang. terdiri dari TNI-AU, pasukan Huru-Hara, pasukan penghalau dengan senjata lengkap (peluru hampa). Kemudian dari Ditpam BP Batam juga disiapkan, Avsec, Satpol-PP dan personil Polsek,” jelas Kang Odoy sapaan akrabnya.

Kang Odoy berharap dengan dilakukan simulasi tersebut, dapat melatih rekan-rekan baik dari TNI-AU dan stakeholder yang ada di Bandara Hang Nadim Batam untuk dapat sanggup atau mampu dalam menanggulangi aksi demonstrasi di Bandara (Hang Nadim Batam) untuk pengamanan Objek Vital Nasional.

“Disini kita hanya simulasi saja. Karena sewaktu-waktu pasti di Bandara itu akan ada hal yang tidak diharapkan. Dalam hal ini kita sudah siap, apabila ada kejadian demonstrasi di Bandara Hang Nadim. Secara kesinambungan kita akan melaksanakan secara teratur, baik itu dalam setahun sekali kegiatan. Dan ini hanya salah satu kegiatan dari TNI-AU, namun setelah ini masih banyak kegiatan yang akan kita simulasikan di Bandara Hang Nadim Batam. Itulah fungsi kita (TNI-AU) di Batam,” tandasnya. (IS)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x