Filosofi Kopi Menurut Ulama Sufi

- Admin

Sabtu, 9 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Para pakar kesehatan dunia menyatakan kopi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Minum kopi dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah karena penyakit jantung, kanker, stroke, diabetes, serta penyakit pernapasan dan ginjal. 

Bagi para ulama sufi, kopi ternyata memiliki filosofi. Tak hanya menyehatkan bagi tubuh, kopi juga disebut sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah.

Dikutip dari Pustaka Ilmu Sunni salafiyah-KTB, Imam Najmuddin al-Ghazziy Seorang pakar sejarah mencatatkan dalam kitab al-Kawakib as-Sairah Fi A’yan al-Miah al-A’syirah bahwa :

“Orang yang pertama kali menjadikan kebiasaan minum kopi sebagai minuman berkhasiat adalah syekh Abi Bakr Bin Abdullah Al-Aydrus , Beliau membuat racikan kopi dari buah pohon Bun.”

Sayyid Abdurrohman bin Muhammad bin Abdurrohman bin Muhammad al-Husainy al-Hadramy dari marga Al-Aydrus (1070 H-1113 H) mengatakan dalam kitabnya Iinaasush Shofwah bi Anfaasil Qahwah:

“Biji kopi baru ditemukan pada akhir abad VIII H di Yaman oleh penemu kopi Mukha, Imam Abul Hasan Ali asy-Syadziliy bin Umar bin Ibrahim bin Abi Hudaimah Muhammad bin Abdulloh bin al-Faqih Muhammad Disa’in (nasabnya bersambung hingga kepada seorang sahabat bernama Khalid bin Asad bin Abil Ish bin Umayyah al-Akbar bin Abdi Syams bin Abdi Manaf bin Qushay).

Baca Juga :  Mau Rezeki Lancar dan Didoakan Malaikat? Lakukan Ini Tiap Pagi

Dalam penemuan biji kopi, Imam Abul Hasan Assadzili mendahului Imam Abu Bakr al-Aydrus. Sehingga Imam Abul Hasan adalah penemu biji kopi, sedangkan Imam Abu Bakr Al-Aydrus adalah penyebar kopi di berbagai tempat.

Imam Abu Bakr Al-Aydrus kemudian menggubah syair:

“Wahai orang-orang yang asyik dalam cinta sejati dengan-Nya, kopi membantuku mengusir kantuk. Dengan pertolongan Alloh, kopi menggiatkanku taat beribadah kepada-Nya di kala orang-orang sedang terlelap.”

Qahwah (kopi) : – ‘qaf’ adalah quut (makanan), – ‘ha’ adalah hudaa (petunjuk), – ‘wawu’ adalah wud (cinta), – dan ‘ha’ adalah hiyam (pengusir kantuk).

Baca Juga :  Bayi Baru Lahir? Begini Cara Daftar dan Aktivasi BPJS Kesehatannya

” Janganlah kau mencelaku karena aku minum kopi, sebab kopi adalah minuman para junjungan yang mulia.”

Syeikh Abu Bakr bin Abdulloh al-Aydrus berkata tentang kopi yang digemarinya:

“Wahai qahwatul bunn (kopi)!

Huruf ‘qaf’ di awalmu adalah quds (kesucian), huruf kedua ‘ha’ adalah hudaa (petunjuk), dan

huruf ketigamu adalah ‘wawu’. Huruf keempatmu adalah ‘ha’, berikutnya ‘alif’ adalah ulfah (keakraban),

‘lam’ sesudahnya adalah lutfh (belas kasih dari Alloh). ‘Ba’ adalah basth (kelapangan), dan

‘nun’ adalah nur (cahaya). Oh, kopi, kau laksana purnama yang menerangi cakrawala.”

Disebutkan dalam kitab Al-Linas bahwa huruf ‘ba’ dan ‘nun’ pada kata bunn (kopi), masing-masing berarti bidayah (permulaan) dan nihayah (akhir/puncak), yakni mengantarkan seseorang dari awal langkah hingga akhir/sampai sukses.

Imam Ibnu Hajar Al Haitami, ulama besar ahli fikih dan tasawuf menulis tentang kopi sebagai berikut:

Baca Juga :  Tolak Disebut Pelakor, Wanita Ini Sebut Istri Pacarnya Tidak Berhijab Sehingga Berpaling

ثم اعلم ايها القلب المكروب أن هذه القهوه قد جعلها اهل الصفاء مجلبة

للأسرار مذهبة للأكدار وقد اختلف في حلها اولا وحاصل ما رجحه ابن حجر في

شرح العباب بعد ان ذكر أنها حدثت في اول قرن العاشر . ان للوسائل حكم

المقاصد ،فمهما طبخت للخير كانت منه وبالعكس فافهم الأصل

“Lalu ketahuilah duhai hati yang gelisah bahwa kopi ini telah dijadikan oleh Ahli shofwah (orang orang yg bersih hatinya) sebagai pengundang akan datangnya cahaya dan rahasia tuhan, penghapus kesusahan sementara para ulama berbeda pendapat akan kehalalannya alhasil yang di unggulkan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Syarhul Ubab setelah penjelasan bahwa asal usul kopi di awal Abad Sepuluh hijriyah memandang dari Qoidah ‘bagi perantara menjadi hukum tujuannya’ selama Kopi ini dimasak untuk Kebaikan maka mendapat kebaikannya begitu juga sebaliknya maka fahami asalnya.”

Wallahu A’lam. (RM/Inews)

Berita Terkait

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari
Viral di Media Sosial, Ini Filosofi di Balik Kutukan Platypus
Apple Siapkan Peningkatan Kamera dan Baterai untuk iPhone Air 2
Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua
Indonesia Negara Pertama di Dunia Blokir Grok demi Lindungi Perempuan dan Anak
Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya
WhatsApp Hadirkan Fitur Baru di Obrolan Grup, Dari Tag Anggota hingga Pengingat Acara
Merasa Kehilangan Semangat? Coba 7 Langkah Ini untuk Pulih

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:47 WIB

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:32 WIB

Viral di Media Sosial, Ini Filosofi di Balik Kutukan Platypus

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:26 WIB

Apple Siapkan Peningkatan Kamera dan Baterai untuk iPhone Air 2

Senin, 12 Januari 2026 - 08:03 WIB

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua

Senin, 12 Januari 2026 - 07:53 WIB

Indonesia Negara Pertama di Dunia Blokir Grok demi Lindungi Perempuan dan Anak

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB