Survei: Perokok Berisiko Lebih Rendah Tertular Corona

- Publisher

Senin, 18 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (ist)

Ilustrasi (ist)

INIKEPRI.COM – Menurut serosurvey pan-India yang dilakukan oleh Council of Scientific and Industrial Research, di hampir 40 insitutnya menyatakan perokok dan vegetarian ditemukan memiliki seropositif yang lebih rendah. Artinya, orang-orang tersebut mungkin berisiko lebih rendah untuk terkena virus corona atau COVID-19.

Survei tersebut juga menemukan bahwa orang-orang dengan golongan darah ‘O’ kurang rentan terhadap infeksi. Sementara orang dengan golongan darah ‘B’ dan ‘AB’ berisiko lebih tinggi untuk terinfeksi COVID-19.

BACA JUGA:  Nasib PSK di tengah Pandemi Corona, Layani Tamu Badan Terbungkus Plastik

Dalam studinya, Council of Scientific and Industrial Research (CSIR) mengambil sampel 10.427 individu dewasa yang bekerja di laboratorium atau institusi dan anggota keluarganya, berdasarkan partisipasi sukarela, untuk menilai keberadaan antibodi terhadap SARS-CoV-2.

Studi yang juga dipiloti oleh CSIR-Institute of Genomics and Integrative Biology (IGIB), Delhi, menyebutkan, dari 10.427 individu, 1.058 (10,14 persen) memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2.

BACA JUGA:  Catat, Kemendikbud Kembali Beri Bantuan Kuota Internet Gratis Besok

Kemudian, tindak lanjut pada 346 individu seropositif di antara sampel setelah tiga bulan mengungkapkan, tingkat antibodi ‘stabil’ hingga ‘lebih tinggi’ terhadap SARS-CoV-2, tetapi aktivitas plasma untuk menetralkan virus menurun.

Ilmuwan senior di IGIB, Shantanu Sengupta dan salah satu dari rekan penulis makalah tersebut mengatakan, pengambilan sampel berulang dari 35 orang selama 6 bulan, menunjukkan penurunan kadar antibodi, sementara antibodi penetral tetap stabil dibandingkan dengan 3 bulan.

BACA JUGA:  Awas! Klaster Makan Bersama Mulai Bermunculan, Bagaimana Penularannya?

Namun, baik antibodi normal maupun antibodi penetral jauh di atas ambang batas yang disyaratkan. 

“Penemuan kami bahwa perokok cenderung tidak menjadi seropositif adalah laporan pertama dari populasi umum dan bagian dari bukti yang berkembang bahwa meskipun COVID-19 adalah penyakit pernapasan, merokok mungkin melindungi,” kata penelitian tersebut, dilansir Times of India, Senin 18 Januari 2021. 

Berita Terkait

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar
Begini Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa agar Tetap Percaya Diri
WHO Ungkap Gejala, Pola Penularan, dan Risiko Penyakit Virus Nipah
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Selasa, 3 Maret 2026 - 03:42 WIB

Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:15 WIB

Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa

Rabu, 25 Februari 2026 - 03:47 WIB

Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terbaru

Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat membuka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Batam Kota di Aula Politeknik Batam. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

Batam

Amsakar: Masa Depan Batam Ditentukan Daya Saing SDM

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:40 WIB