Kamis, 25 Februari 2021
log
Ikuti Kami di :
24 Jan 2021
Fauzi Bahar. (Foto: Twitter @datuaknansati)
Fauzi Bahar. (Foto: Twitter @datuaknansati)

INIKEPRI.COM – Jagat maya belakangan dihebohkan dengan sebuah kasus di mana seorang siswi SMK diduga dipaksa memakai jilbab oleh pihak sekolah.

Diketahui, polemik itu terjadi di SMKN 2 Padang, Sumatera Barat. Menurut pihak sekolah, aturan siswi memakai jilbab, mau dia Islam atau non-Islam, itu sudah berlaku sejak lama.

Kebijakan tersebut juga bukan berlaku di SMKN 2 Padang saja, melainkan hampir semua sekolah di Kota Padang. Aturan tersebut dikabarkan berlaku sejak kepemimpinan Wali Kota Padang, Fauzi Bahar tahun 2004 silam.

Menanggapi polemik yang belum lama ini terjadi, soal siswi non-Islam diharuskan memakai jilbab, sang mantan Wali Kota Padang, Fauzi Bahar pun buka suara.

Fauzi menilai, permasalahan tersebut terjadi lantaran adanya miskomunikasi antara orang tua murid dan pihak sekolah.

“Kalau saya menilai, itu hanya miskomunikasi antara pihak sekolah dan orangtua siswa saja,” kata Fauzi, disitat Suara Sumbar, Sabtu 23 Januari 2021.

Fauzi Bahar pun menjelaskan bahwa peraturan siswi diwajibkan berjilbab itu bukan tanpa alasan. Salah satu alasannya, kata Fauzi, adalah untuk mencegah siswa terkena penyakit DBD yang kala itu menjangkit.

“Kalau menggunakan pakaian pendek, siswa tidak sadar mereka digigit nyamuk saat belajar. Dengan seluruhnya tertutup, maka hal itu tidak akan terjadi,” terang pria yang pernah meramaikan kontestasi politik Kepri sebagai bakal calon gubernur ini.

Ia pun mengklaim langkahnya membuat aturan tersebut bisa menekan angka penyebaran kasus DBD di Kota Padang.

Bukan itu saja, ia menambahkan, alasan lain mengapa siswi Islam maupun non-Islam diwajibkan memakai kerudung adalah agar supaya tidak terjadi diskriminasi di kalangan murid.

“Niat kami dengan aturan itu agar terjadi pemerataan dan tidak terlihat siapa yang kaya dan miskin. Karena dengan menggunakan jilbab, perhiasan yang mereka gunakan tidak terlihat,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Adib Al Fikri mengatakan, pihaknya akan mengusut persoalan ini hingga tuntas.

Adib menegaskan, tidak ada aturan bahwa siswi SMK atau pun SMA wajib memakai jilbab. Hal ini berlaku setelah SMA sederajat berada di bawah naungan Disdik Sumbar.

“Yang perlu ditegaskan, tidak ada pemaksaan dan tidak ada aturan yang mengatur untuk itu dan semua kita mengacu pada peraturan dari kementerian,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga mengatakan telah menurunkan tim untuk menyelidiki dan mengumpulkan data soal kasus di SMKN 2 Padang. Sementara itu, Kepala SMKN 2 Padang, Rusmadi sudah meminta maaf atas kasus yang terjadi di sekolah tersebut. (ER/Hops)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x