Rocky Gerung Berharap ke Nasdem: Mudah-Mudahan Gabung Akal Sehat

- Publisher

Sabtu, 6 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

“Nasdem punya pikiran dan bahasa politiknya itu 20 persen beroposisi. Ya saya harap Nasdem gabung dengan PKS dan Demokrat untuk membuka kemungkinan calon (capres) diuji kemampuan berpikirnya, moral dan integritasnya,” ujar Rocky dalam perbincangan itu dikutip di kanal Youtube Rocky Gerung Official, Jumat 5 Februari 2021.

Dengan sikap Partai Nasdem itu, Rocky menilai partai yang diketuai Surya Paloh itu bisa diandalkan untuk melawan dominasi oligarki. Menurutnya, Nasdem sedang berupaya menghasilkan dan mengembalikan lagi Indonesia, sebab pemerintah ini dipaksakan terpilih untuk kepentingan oligarki.

BACA JUGA:  Tak Lewat PDIP, Ganjar Pranowo Dapat Tiket Pilpres 2024 dari Koalisi 4 Partai Ini

“Mudah-mudahan Nasdem ikut serta dalam akal sehat PKS dan Anies serta Demokrat dengan AHY, yang punya politik penanding yang politiknya menandingi politik mainstrem di Istana,” tuturnya.

Jegal Anies Baswedan

Rocky mengatakan kudeta Partai Demokrat oleh Moeldoko dan orangnya bagian dari paket menjegal Anies Baswedan. Selain kudeta, skema ambang batas presiden minimal 20 persen merupakan paket senada dalam mengunci calon berkualitas pada kompetisi 2024.

BACA JUGA:  Jujur dan Amanah Jadi Dambaan Masyarakat Akan Pemimpin Ideal di Masa Depan

Namun untungnya, publik sebagian sadar cara rezim mengondisikan ambang batas presiden ini adalah bagian dari skema tersebut. Harusnya yang dibatasi bukan syarat pencalonan dukungan di Pilpres.

“Pemerintah berupaya halangi dengan PT (presidential threshold), tapi soalnya publik tahu ngapain halangi parpol yang kecil itu dengan PT atau parliamentary threshold. Kan mestinya partai besar tunjukkan siapa capresnya, supaya diuji di pikiran konsep pikirannya. bukan jumlah PT,” jelasnya.

Rocky mengatakan dari awal dia melihat kudeta Partai Demokrat adalah sinyal satu paket kecemasan oligarki kekuasaan yang cemas pada Partai Demokrat dan AHY dan PKS dengan Anies.

BACA JUGA:  NasDem, PAN dan PPP Berpotensi Terdepak dari DPR di Pemilu 2024

Dia melihat Partai Demokrat sudah berupaya menunjukkan siap berkompetisi soal ide dan gagasan, sama juga dengan Anies yang bukan cuma secara fungsinya membersihkan Kali Ciliwung saja tapi akal pikiran dunia internasional.

“Jadi AHY Anies dia itu diintai kekuasaan yang takut agar jangan sampai Indonesia itu jadi terbuka. Mereka ingin Indonesia dikunci,” katanya.

(RWH/Hops)

Berita Terkait

Survei SMRC: Elektabilitas Prabowo Subianto Turun Jadi 9,8 Persen
Sekretaris Projo Kepri: Putusan MK Bukan Vonis Gibran Tak Punya Ijazah SMA
Jokowi Ungkap Sudah Jadi Anggota PSI, November Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pembina
Usulan Pilkada Tanpa Wakil Layak Dikaji, Sudah Dibahas Lintas Fraksi DPR
Silaturahmi Hanura dan Bawaslu Batam, Bahas SIPOL hingga Validitas Kepengurusan Partai
Formasi Baru! Duet ‘Kak Randi– Mas Kamal’ Resmi Pimpin NasDem Batam: Siap Dekatkan Politik ke Rakyat, Pemilih Muda Dibidik
Sejarah NasDem dan Ujian Terbarunya: Membaca Isu Merger di Peta Politik Nasional
Banyak Capaian Nyata dalam 1,5 Tahun, KNPI Puji Pemerintahan Prabowo: Mulai Pemberantasan Korupsi hingga Mafia Tambang

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei SMRC: Elektabilitas Prabowo Subianto Turun Jadi 9,8 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Sekretaris Projo Kepri: Putusan MK Bukan Vonis Gibran Tak Punya Ijazah SMA

Minggu, 27 September 2026 - 10:15 WIB

Jokowi Ungkap Sudah Jadi Anggota PSI, November Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pembina

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Usulan Pilkada Tanpa Wakil Layak Dikaji, Sudah Dibahas Lintas Fraksi DPR

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:22 WIB

Silaturahmi Hanura dan Bawaslu Batam, Bahas SIPOL hingga Validitas Kepengurusan Partai

Berita Terbaru