Guna melanjutkan pendidikan itu, para pelajar setiap harinya harus menggunakan boat pancung. Jarak yang ditempuh cukup memakan waktu, kurang lebih 50 menit tiap harinya. Tidak terbayangkan, perjalanan yang dilalui oleh mereka tiap harinya guna menuntut ilmu.
Zulfikar, aktivis mahasiswa sekaligus warga Pulau Kepala Jeri mengatakan, persoalan ini sudah sangat lama terjadi. Namun, solusi tak kunjung hadir dari pemerintah.
“Bayangkan sendirilah, bang. Para siswa ini harus melintasi semak belukar, lalu mesti berkubang dengan lumpur. Belum lagi, mereka harus berjibaku saat cuaca buruk dan gelombang kuat,” kata Zulfikar kepada inikepri.com, Sabtu (20/3/2021).
Tidak sampai disitu, tiap bulannya, para orang tua juga harus merogoh saku Rp400 ribu untuk membayar sarana transportasi itu.

“Dengan mata pencaharian kami yang tak mencukupi kebutuhan, malah ditambah pula dengan pengeluaran untuk bayar boat pancung ini demi pendidikan,” sambungnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















