Jelang Idul Fitri, Kepri Kembali Akan Kedatangan Ribuan PMI

- Publisher

Selasa, 20 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS. Arif Fadillah menyatakan daerahnya akan kembali kedatangan 5.003 pekerja migran Indonesia (PMI) dari luar negeri jelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Menurut Arif, hal ini akan menjadi masalah karena pada tanggal 6 hingga 17 Mei 2021 Pemerintah Pusat membatasi semua moda transportasi tanah air guna mencegah masyarakat pulang ke kampung halaman.

“Kedatangan PMI bulan ini ke Kepri jadi perhatian khusus kami, bagaimana mengirim mereka ke daerah asal kalau nanti transportasi dihentikan. Kalaupun kami kirim dengan kapal perang dari TNI, apakah daerah asal mereka mau menerima warganya,” kata Arif Fadillah di Tanjungpinang, Senin, (19/04/2021), dilansir dari Antara.

BACA JUGA:  BP2MI: Jangan Sebarkan Informasi Seolah Eks TKI Penyebar COVID-19

Oleh Karena itu, Arif meminta solusi dari Pemerintah Pusat terkait penanganan kepulangan PMI tersebut.

Salah satu opsi yang ditawarkan adalah membuka jalur masuk alternatif lain guna memecah penumpukan PMI, misalnya di pelabuhan Dumai di Riau atau pelabuhan Tanjung Balai Asahan di Sumatera Utara.

BACA JUGA:  Peserta Inovasi TTG, Persiapan Menuju Tingkat Nasional Bulan Juni Mendatang

“Kami tidak ingin PMI ini menumpuk di Kepri. Di satu sisi Pemprov tengah berjuang membuka akses wisman untuk pemulihan ekonomi, dan di sisi lain penyebaran COVID-19 harus dikendalikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Arif juga mengaku bingung dengan pertambahan angka positif yang dibawa oleh PMI di Kepri. Mengingat ketika mereka dites usap PCR di Malaysia semuanya menunjukkan hasil negatif, tetapi begitu dites di Indonesia hasil tesnya menjadi positif.

BACA JUGA:  Kundapil di Tanjungpinang, Cen Sui Lan Dicurhati Warga Soal Air Minum dan Pelabuhan SBP

Dia menyebutkan dari Januari hingga April 2021 saja sudah masuk 11.642 orang PMI dari Malaysia dan Singapura.

Dari 11.642 orang itu tercatat ada 158 orang yang positif COVID-19 usai dites usap PCR oleh KKP Tanjungpinang dan Batam.

“Pertambahan angka positif COVID-19 yang dibawa oleh PMI itu turut mempengaruhi perubahan zonasi di Tanjungpinang dan Batam menjadi warna oranye. Karena jumlah mereka yang cukup banyak masuk ke daerah kita,” demikian Arif. (ET)

Berita Terkait

Pemko Tanjungpinang Siapkan Seragam, Tas, dan Sepatu Gratis bagi Siswa TK hingga SMP
Lis Darmansyah Tawarkan Tanjungpinang Jadi Basis Industri Gula Organik dan VCO, Sasar Pasar Ekspor Dunia
Semester I 2026, Investasi Tanjungpinang Naik Jadi Rp470 Miliar, Pulau Basing Disiapkan Jadi Magnet Baru
Budaya Qurani Terus Tumbuh, Santri Asrama MTsN Tanjungpinang Konsisten Murojaah dan Setoran Tahfidz
Pemko Tanjungpinang Gandeng BTN Perkuat Transformasi Digital dan Layanan Publik
Tanjungpinang Terima Bantuan Rehabilitasi 589 Rumah Tidak Layak Huni dari Pemerintah Pusat
Wali Kota Tanjungpinang Terbitkan Edaran GAMAS, ASN Boleh Terlambat Demi Antar Anak ke Sekolah
Lomba Gerak Jalan Proklamasi Tanjungpinang 2026 Dibuka, Pendaftaran Kini Sepenuhnya Online

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Pemko Tanjungpinang Siapkan Seragam, Tas, dan Sepatu Gratis bagi Siswa TK hingga SMP

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:42 WIB

Lis Darmansyah Tawarkan Tanjungpinang Jadi Basis Industri Gula Organik dan VCO, Sasar Pasar Ekspor Dunia

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:59 WIB

Semester I 2026, Investasi Tanjungpinang Naik Jadi Rp470 Miliar, Pulau Basing Disiapkan Jadi Magnet Baru

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:24 WIB

Budaya Qurani Terus Tumbuh, Santri Asrama MTsN Tanjungpinang Konsisten Murojaah dan Setoran Tahfidz

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:19 WIB

Pemko Tanjungpinang Gandeng BTN Perkuat Transformasi Digital dan Layanan Publik

Berita Terbaru