Dua Nelayan Batam Masuk Perairan Malaysia, Dibebaskan dari Tuntutan

- Publisher

Selasa, 27 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ANTARA/Naim/am)

(ANTARA/Naim/am)

Dua orang nelayan Kota Batam Kepulauan Riau yang memasuki wilayah perairan Malaysia secara ilegal, Abdul Rahman dan Gusti Riyandi dibebaskan dari segala tuntutan oleh Pemerintah Negara Jiran.

“Telah disetujui dan disepakati bahwa kedua WNI beserta boat yang mereka bawa dapat dibebaskan dari segala tuntutan, dengan mengedepankan eratnya kerja sama dan hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia,” demikian keterangan KJRI Johor Bahru, yang disampaikan Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya, KJRI Johor Bahru, Andita Putri Purnama, Senin 26 April 2021.

BACA JUGA:  Milad ke-21, Amsakar: Manifestasi Yayasan Miftahul Ulum Sejalan dengan Visi Kota Batam

KJRI Johor Bahru Malaysia menangani proses pembebasan dua orang nelayan tradisional WNI asal Batam, Kepulauan Riau, yang ditangkap Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Tanjung Sedili, Johor, dengan dugaan memasuki wilayah perairan Malaysia secara ilegal pada 12 April 2021.

KJRI Johor Bahru berhasil mengupayakan pembebasan kedua WNI tersebut melalui negosiasi dengan pihak Markas Besar APMM di Putrajaya, Malaysia, dan APMM Tanjung Sedili, Johor, serta koordinasi dengan Bakamla RI.

BACA JUGA:  HUT ke-74, Rudi-Amsakar Ajak HMI Bangun Kota Batam
APMM menyerahkan dua nelayan Indonesia yang melanggar aturan karena memasuki wilayah perairan Malaysia kepada Bakamla, Senin (26/4/2021). (ANTARA/Naim/am)

Ia melanjutkan, KJRI Johor Bahru berikan pendampingan kekonsuleran kepada kedua WNI sejak awal penangkapan hingga akhirnya proses serah terima dari APMM Negeri Johor kepada Bakamla Republik Indonesia pada Senin (26/4/2021).

BACA JUGA:  Serunya Dongeng Gizi! Hj. Erlita Amsakar Edukasi Anak SD Lewat Cerita Piring Ajaib

Kedua WNI itu diserahterimakan di sekitar Tanjung Stapa, Johor, Malaysia, yang merupakan perbatasan perairan antara Indonesia dan Malaysia, yang dihadiri langsung oleh Pengarah APMM Negeri Johor, Laksma Nurul Hizzam bin Zakaria dan Kepala Kamla Zona Barat Laksma Hadi Pranoto.

“KJRI Johor Bahru menyampaikan apresiasi kepada APMM Tanjung Sedili, Markas Besar APMM di Putrajaya, dan Bakamla RI atas kerja sama dan bantuan untuk memulangkan kedua WNI tersebut kembali ke Indonesia,” kata dia. (RM/Antara)

Berita Terkait

Pelantikan PKDP–GEMPAR Batam, Amsakar Ajak Perantau Bangun Kota Bersama
BMKG: Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Karimun Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
Tegaskan Marwah Melayu! Panglima Sulung Laskar Melayu Bersatu Kepulauan Riau: Jangan Pernah Hina Tokoh dan Adat Kami
BP Batam Kedepankan Pendekatan Komprehensif Selesaikan Persoalan Perpanjangan UWT di Puskopkar
Ringankan Beban Warga, Pemko Batam Gratiskan PBB untuk Rumah Hingga Rp120 Juta
May Day Berbeda di Batam: Buruh Kompak Angkut Puluhan Ton Sampah
Keceriaan Amsakar-Li Claudia bersama Buruh Batam, MayDay Diisi Aksi Positif
Akhir Pekan Membludak, Belakang Padang Jadi Magnet Wisata Baru Warga Batam

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:24 WIB

Pelantikan PKDP–GEMPAR Batam, Amsakar Ajak Perantau Bangun Kota Bersama

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:00 WIB

BMKG: Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Karimun Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:36 WIB

Tegaskan Marwah Melayu! Panglima Sulung Laskar Melayu Bersatu Kepulauan Riau: Jangan Pernah Hina Tokoh dan Adat Kami

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:35 WIB

BP Batam Kedepankan Pendekatan Komprehensif Selesaikan Persoalan Perpanjangan UWT di Puskopkar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:47 WIB

Ringankan Beban Warga, Pemko Batam Gratiskan PBB untuk Rumah Hingga Rp120 Juta

Berita Terbaru