Ini Perbandingan Jembatan Batam-Bintan dan Selat Sunda

- Admin

Selasa, 27 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Dok. Kementerian PUPR)

(Dok. Kementerian PUPR)

INIKEPRI.COM – Pemerintah saat ini sedang merancang pembangunan proyek Jembatan Batam-Bintan. Jembatan tol sepanjang 9 kilometer ini nantinya akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Sebelum Jembatan Batam-Bintan ini, dulunya juga ada rencana pembangunan jembatan Selat Sunda. Apa ya bedanya Jembatan Batam-Bintan dan Jembatan Selat Sunda ini?

Baca Juga: Jembatan Batam-Bintan Bakal Dikenakan Tarif, Dirancang dengan Standar Tol

Dikutip dari pemberitaan detikcom periode 2016 lalu, jembatan ini rencananya dibangun sepanjang 27 kilometer. Namun proyek dihentikan karena diprediksi terlalu mahal, biaya pembangunannya ditaksir mencapai Rp 160 triliun.

Baca Juga :  Amsakar-Li Claudia Hadiri Peresmian Westin Nirup Island, Dorong Batam Jadi Magnet Wisata Baru

Beberapa kalangan menyebut jika dana sebesar itu seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur pada sejumlah daerah di Indonesia. Perbandingannya saat itu pembangunan Tol Trans Sumatera menelan biaya Rp 100 triliun dengan panjang 1.000 km, sedangkan JSS 27 km Rp 160 triliun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sempat menyebut, jika JSS belum saatnya dibangun. Proyek ini bisa dibangun sekitar 10-15 tahun. Karena pembangunan JSS bisa mengesankan adanya ketimpangan pembangunan antara Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur.

Baca Juga :  Moeldoko Kawal Rencana Pembangunan Jembatan Batam-Bintan

Sedangkan untuk Jembatan Batam-Bintan ini akan menghubungkan Batam – Tanjung Sauh dan Tanjung Sauh-Bintan. Nantinya untuk pembangunan Batam ke Tanjung Sauh sekitar 2 km akan dibiayai pemerintah, sementara untuk Tanjung Sauh ke Bintan dibangun oleh swasta melalui skema lelang.

Proyek ini sebenarnya sudah didesain sejak 2005 lalu dan diperbarui tahun 2010. Namun terjadi perubahan desain karena jembatan akan menjadi jalan tol alias pengendara yang melintasi harus membayar.

Mulai dari lebar jembatan yang sebelumnya 28 meter diubah menjadi 33 meter. Dengan jembatan ini maka rencana pembangunan pelabuhan peti kemas di Tanjung Sauh dan shelter di pulau Bintan bisa berjalan dengan target pengerjaan selesai pada 2024 mendatang

Baca Juga :  Partai Hanura Target Enam Kursi di DPRD Kota Batam

Selain itu pembangunan jembatan ini juga diharapkan bisa meningkatkan konektivitas di wilayah Kepulauan Riau dengan mengurangi waktu tempuh dan juga biaya transportasi orang dan barang. Dengan skema KPBU ini diharapkan menjadi cara terbaik untuk mewujudkan pembangunan suatu wilayah atau daerah tanpa membebani anggaran negara. (ER/Detik)

Berita Terkait

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul
Amsakar Dorong Usulan Musrenbang yang Berdampak Langsung bagi Warga
Dapur SPPG di Kepri Bertambah, Dorong Percepatan Program MBG di Kawasan Pulau Terdepan

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Senin, 12 Januari 2026 - 21:10 WIB

LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB