Hampir seluruh RS sudah tidak sanggup mengatasi masuknya pasien baru Corona, saat mereka fokus dalam menangani orang-orang yang sekarat akibat COVID-19.
Bahkan, beberapa di antaranya terpaksa berbaring di jalanan luar RS saat menunggu penanganan dokter.
Di krematorium Bhadbhada Vishram Ghat di kota itu, para pekerja mengatakan sudah mengkremasi lebih dari 110 jenazah COVID-19 pada hari Sabtu, bahkan ketika angka pemerintah di seluruh kota yang berpenduduk 1,8 juta menyebutkan jumlah total kematian akibat virus Corona hanya 10 kasus.
“Virus itu menelan penduduk kota kami seperti monster,” kata Mamtesh Sharma, seorang pejabat di situs tersebut.
Ritual sebelum membakar jenazah COVID-19 yang seharusnya sudah menjadi budaya di India pun terpaksa terlewatkan. Mereka seperti diburu waktu untuk langsung mengkremasi ribuan jenazah yang tak henti berdatangan.
“Kami hanya membakar mayat saat mereka tiba. Seolah-olah kita berada di tengah perang.”
Penggali kubur kepala di pemakaman Muslim terbesar di New Delhi, tempat 1.000 orang dimakamkan selama pandemi, mengatakan lebih banyak mayat berdatangan saat ini daripada tahun lalu. “Saya khawatir kita akan segera kehabisan ruang,” kata Mohammad Shameem.
WHO: Situasi di India Luar Biasa Memilukan
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















