Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam

- Publisher

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang anak Palestina berdiri setelah diguyur hujan deras. Foto: X/Eye in Palestine

Seorang anak Palestina berdiri setelah diguyur hujan deras. Foto: X/Eye in Palestine

INIKEPRI.COM – Ratusan tenda pengungsian di Gaza kembali terendam hujan akibat sistem badai musim dingin yang turun sepanjang malam selama dua hari berturut-turut, Jumat (12/12/2025), menurut laporan Anadolu.

Tenda-tenda ini menampung warga Palestina yang mengungsi akibat perang. Hujan deras yang tak henti-henti memperburuk kondisi keluarga yang sudah terdampak konflik. Ribuan tenda telah berubah menjadi kolam air, merendam tempat tidur, pakaian, dan persediaan makanan, meninggalkan banyak keluarga tanpa kehangatan atau perlindungan.

BACA JUGA:  RI Siapkan Lokasi Perawatan Medis Rakyat Gaza

Akibatnya, Pertahanan Sipil Gaza mengumumkan evakuasi puluhan tenda di Rafah, wilayah selatan Jalur Gaza.

“Lebih dari 250.000 keluarga di kamp pengungsian sangat rentan terhadap cuaca dingin dan hujan. Risiko ini semakin tinggi karena tenda-tenda mereka sudah usang,” ujar juru bicara Pertahanan Sipil, Mahmoud Basal.

BACA JUGA:  Kenali Sistem Pilpres AS Electoral College, Penentu Kemenangan Bukan Suara Terbanyak

Basal memperingatkan bahwa kondisi kemanusiaan bisa memburuk jika sistem badai terus berlangsung, terutama karena tidak ada tempat penampungan sementara yang tersedia untuk keluarga pengungsi.

Sebelumnya, Kantor Media Pemerintah Gaza memperingatkan, sistem tekanan rendah kutub akan memengaruhi wilayah mulai Rabu (10/12/2025) hingga Jumat malam. Kondisi ini mengancam ratusan ribu keluarga pengungsi yang telah kehilangan rumah akibat perang selama dua tahun terakhir.

BACA JUGA:  Hutan Purba Ditemukan di dalam Lubang Raksasa di China

Infrastruktur Gaza hancur akibat konflik, sehingga kebutuhan akan tenda dan rumah prefabrikasi diperkirakan mencapai 300.000 unit hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Situasi ini menambah tekanan bagi keluarga yang sudah hidup dalam kondisi rentan, menghadapi dingin, hujan, dan kekurangan perlindungan.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?
Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya
Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Empat Bulan Setelah Tewas, Ini Alasannya
Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 07:45 WIB

Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:10 WIB

Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:51 WIB

Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:40 WIB

Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Empat Bulan Setelah Tewas, Ini Alasannya

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru