Singapura Karantina 1.200 Orang, COVID-19 Kembali Menggila?

- Admin

Rabu, 28 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Pemerintah Singapura mengarantina 1.200 pekerja migran di sebuah asrama. Langkah ini dilakukan pasca otoritas setempat menemukan kasus infeksi corona di lokasi tersebut.

Dikutip AFP, asrama Westlite Woodlands yang menampung sebagian pekerja migran dari Asia Selatan, melaporkan adanya infeksi baru pekan lalu. Padahal kebanyakan pekerja pernah terinfeksi dan telah pulih bahkan telah mendapatkan dua dosis vaksin corona.

“Untuk mencegah dan menahan kemungkinan penyebaran infeksi di asrama, kami memberlakukan perintah karantina pada pekerja di blok yang terkena dampak,” kata Tan See Leng, menteri di kantor perdana menteri saat itu.

Hal ini bermula kala seorang pekerja, berusia 35 tahun, diidentifikasi positif corona 20 April. Padahal, pekerja tersebut telah menyelesaikan dosis vaksinasi keduanya pada tanggal 13 April.

Baca Juga :  Kasus COVID-19 di Singapura Melonjak, Warga Kepri Diminta Waspada

Teman sekamarnya juga dinyatakan positif. Hingga saat ini, setidaknya 10 pekerja yang pulih ditemukan positif Covid-19. Pemerintah Singapura berjanji melakukan penyelidikan lebih lanjut soal ini.

Singapura terakhir kali melaporkan lebih dari 10 kasus dalam satu hari di antara penghuni asrama pada September 2020 lalu. Hampir tidak ada infeksi baru selama beberapa bulan terakhir.

Negara kota itu sebagian besar telah mengendalikan virus secara lokal dan telah meluncurkan vaksinasi. Kementerian kesehatan mengatakan vaksinasi efektif dalam mencegah penyakit bergejala tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah vaksin juga akan mencegah penularan selanjutnya.

Sebelumnya kasus corona di asrama pekerja migran membuah heboh di awal kemunculan corona, 2020. Lebih dari 60.000 kasus Covid-19 di negeri itu, berasal dari tempat yang menampung sebagian besar pekerja berupah rendah dari Asia Selatan itu.

Baca Juga :  Indonesia Usulkan Tiga Solusi Strategis Berantas Penipuan Terorganisir dan Perdagangan Manusia di Asia Tenggara

Ini memicu penguncian (lockdown). Pekerja di asrama sebagian besar masih terpisah dari penduduk lainnya di negara kota, biasanya hanya diizinkan keluar dari tempat tinggal mereka untuk bekerja.

Sementara itu, per Minggu (25/4/2021), Singapura melaporkan 40 kasus baru Covid-19. Namun pemerintah menegaskan semua kasus adalah imported cases.

Dua kasus melibatkan warga Singapura yang baru datang dari luar negeri. Sisanya, mereka di antaranya warga Indonesia, India, Filipina, Bangladesh, Nepal, dan Malaysia. Ada pula Maladewa dan Uniu Emirat Arab (UEA).

Sebuah kluster baru di Singapura dikaitkan dengan anak buah kapal (ABK) Indonesia yang dinyatakan positif minggu lalu. Kluster tersebut dilaporkan pada akhir pekan setelah ada empat ABK positif corona.

Baca Juga :  Singapura Masih Wajibkan Warganya Pakai Masker, Meski Tingkat Vaksinasi Tinggi

Empat ABK yang merupakan WNI bekerja di kapal tanker MV Alli. Mereka saat ini masih belum diizinkan turun dari kapal kecuali untuk pelaksanaan PCR.

Dilaporkan juga bahwa salah satunya pada awalnya positif varian B.117 yang pertama kali ditemukan di Inggris. Varian ini merupakan ditemukan pertama kali di Inggris yang menyebabkan kenaikan signifikan kasus corona di London.

Mengutip Worldometers Senin (26/4/2021), ada terdapat total 61.006 kasus corona di Singapura sejak pandemic muncul. Saat ini, ada 314 kasus aktif di negara itu dengan satu serius. (AFP/CNBCIndonesia)

Berita Terkait

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026
Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja
Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza
Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi
Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam
Australia Larang Media Sosial untuk Remaja di Bawah 16 Tahun, Lebih dari Satu Juta Akun Ditutup
Ini Negara dengan Paspor Terkuat di ASEAN, Indonesia Urutan ke Berapa?
Banjir Bandang Melanda Malaysia, Lebih dari 18 Ribu Warga Dievakuasi dari Tujuh Negara Bagian

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:54 WIB

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026

Senin, 29 Desember 2025 - 10:32 WIB

Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja

Jumat, 26 Desember 2025 - 09:09 WIB

Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:07 WIB

Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB