66 PMI Jalani Karantina di Batam

- Admin

Selasa, 18 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ANTARA FOTO)

(ANTARA FOTO)

INIKEPRI.COM – Sebanyak 66 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru tiba dari Malaysia menjalani karantina di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau sebagai pelaksanaan aturan protokol kesehatan COVID-19.

“Total 66 orang yang masih dikarantina berdasarkan data rekalibrasi sampai 17 Mei 2021,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi dilansir dari ANTARA, Selasa 18 Mei 2021.

Seluruh PMI itu menjalani karantina di Rusun BP Batam.

Hingga Senin (17/5/2021) siang, PMI yang menjalani karantina di tempat itu sembilan orang, pada sore harinya 57 PMI tiba di Batam melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre, sehingga total yang menginap di tempat itu 66 orang.

Baca Juga :  GPR Kepri Kecam Marlin Lakukan Kampanye di Lingkungan Pendidikan

Sebanyak dua rusun lain yang disiapkan pemerintah setempat, yaitu Rusun Pemko Batam di Tanjunguncang dan Putra Jaya yang saat ini masih kosong.

Ratusan PMI yang sebelumnya sempat di karantina di Batam telah kembali ke kampung halaman masing-masing.

Baca Juga :  Walikota Batam : Kita Akan Carikan Solusi Bagi Anak Yang Belum Masuk Sekolah Negeri

Sesuai aturan, setiap PMI yang kembali dari luar negeri harus menjalani dua kali tes usap dengan hasil negatif dan karantina selama lima hari di daerah ketibaan, sebelum diizinkan kembali ke kampung halaman masing-masing.

Para PMI ini dites usap PCR saat tiba di Pelabuhan Internasional Batam. Apabila hasilnya negatif mereka harus dikarantina selama lima hari di tempat yang disiapkan pemerintah atau memilih isolasi mandiri, untuk kemudian tes PCR kedua. Jika hasilnya tetap negatif, kemudian bisa meninggalkan Batam.

Baca Juga :  PMI yang Dirawat di RSKI Galang Tersisa 35 Orang

Namun, apabila hasil tes PCR dinyatakan positif, mereka harus mendapatkan perawatan di RSKI COVID-19 Pulau Galang.

Dalam kesempatan yang sama, Didi menyatakan 73 PMI yang menjalani perawatan di RS Khusus Infeksi Pulau Galang karena positif COVID-19.

“Saat ini yang dirawat di RSKI Pulau Galang 73 orang,” kata dia. (AFP/ANTARA)

Berita Terkait

Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok
Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul
Amsakar Dorong Usulan Musrenbang yang Berdampak Langsung bagi Warga

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:50 WIB

Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB