Pria berinisial ED itu mengaku awal ketertarikannya untuk bertransaksi seks secara online ketika temannya meminjam handphone miliknya.
“Awalnya, teman menginstal di handphone saya untuk mencari teman dugem. Lalu, saya coba membaca isi chatting mereka. Rupanya MiChat isinya seperti itu,” kata dia kepada INIKEPRI.COM, Senin (24/5/2021).
Karena rasa penasaran, kemudian ia akhirnya menggunakan MiChat. Dalam aplikasi tersebut, lanjut ED, beberapa PSK yang jaraknya berdekatan dengannya telah berjejer rapi. Ia pun akhirnya ia memilih salah satu PSK berinisial W.
ED pun menjelaskan, ia berkomunikasi terlebih dahulu dengan PSK incarannya dengan bertukar foto maupun menanyakan aturan main.
“Sy mulai nego harga dengan PSK tersebut, dan saya menawar harga Rp 350 ribu per short time termasuk kamar kencan,” jelas dia.
Setelah deal, PSK tersebut mengirimkan lokasi pertemuan yakni di Hotel Zia, Sei Panas, Kota Batam.
ED juga mensinyalir, para PSK online seperti bekerjasama dengan pihak hotel.
“Saya pernah bertanya dengan mereka (PSK) yang stay di beberapa hotel, dan mereka jawab sengaja long stay di hotel karena aman dari razia,” ungkapnya.
Selain itu, ED juga menjelaskan, selain MiChat beragam aplikasi yang ia gunakan untuk mencari wanita penjaja cinta.
“Kalau dulu happening BeeTalk, masih banyak lagi deh. Pokoknya aplikasi chatting yang ada fitur find nearby, pasti ditemukanlah para PSK itu. Cari aja di Playstore,” kata ED.
ED juga memberikan tips agar tidak tertipu saat bertransaksi dengan PSK online.
“Jangan mau kalau PSK minta pembayaran di depan melalui transfer-transfer. Pilih yang transaksinya COD aja,” tutup dia. (RD)

















