PCR Butuh Waktu, Kepri Lacak Positif COVID-19 Gunakan Rapid Antigen

- Publisher

Rabu, 2 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan pelacakan warga yang diduga positif COVID-19 menggunakan tes rapid antigen pada daerah-daerah pulau yang sulit digapai.

Dilansir dari ANTARA, hal ini karena penggunaan PCR memerlukan waktu relatif lama.

“Kami di Kepri melakukan ‘tracing’ menggunakan rapid antigen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kepri Mohammad Bisri dalam webinar yang digelar Bapelkes Batam, di Batam, Rabu 2 Mei 2021.

BACA JUGA:  DPC PPKHI Batam Harap Wakabinda dan Romo Paschal Bisa Berdamai

Ia mengemukakan bahwa wilayah Kepri terdiri atas ribuan pulau-pulau kecil hingga ke Laut Natuna. Untuk mengirimkan sampel ke laboratorium dan mendapatkan hasilnya kembali membutuhkan waktu yang relatif lama, sehingga dinilai tidak efektif untuk mencegah penularan COVID-19.

Pelacakan warga positif COVID-19 menggunakan rapid antigen, kata Mohammad Bisri, utamanya dilakukan di daerah-daerah yang jauh dijangkau.

Pada webinar yang sama, Koordinator Subdit Penyakit Infeksi Emerging Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Endang Budi Hastuti mengatakan menyatakan pihaknya telah mengatur penggunaan rapid antigen sebagai tes melacak warga positif COVID-19.

BACA JUGA:  Disdik Tanjungpinang Salurkan Peralatan Pendidikan

“Untuk daerah yang memiliki kendala akses layanan pemeriksaan PCR, bisa pakai antigen,” kata dia.

Ia menegaskan, untuk daerah kepulauan seperti Kepri, Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Timur cocok menggunakan tes cepat antigen agar hasil pemeriksaannya bisa lebih cepat keluar.

BACA JUGA:  Pertani HKTI Kepri Dorong Petani Lebih Inovatif dan Adaptif di Masa Pandemi

Memang, Kemenkes mendorong seluruh daerah menggunakan PCR sebagai standa pemeriksaan COVID-19. Namun, apabila ada kendala, maka tes antigen menjadi solusi yang pas untuk meningkatkan pelacakkan, lanjut dia.

Masih dalam kegiatan yang sama, epidemiolog Griffith University, Australia Dicky Budiman mengatakan saat ini penggunaan rapid antigen sudah efektif.

“Hasilnya begitu cepat,” katanya. (ER/ANTARA)

Berita Terkait

Perbaikan Jalan Depan Hotel Vista Dilakukan Menyeluruh, BP Batam Imbau Pengendara Berhati-Hati
BP Batam Dorong Sinergi Lintas Paguyuban untuk Dukung Pembangunan Batam
Kapal Buku Doulos Hope Singgah di Batam, Buka Jendela Pengetahuan bagi Wisatawan
Rute Baru Batam–Penang Buka Peluang Ekonomi Lintas Negara
Prakiraan Cuaca Batam Selasa, 20 Oktober 2026: 9 Kecamatan Berpotensi Hujan Petir
MaxOne Batam Hadirkan Promo Free Flow Beer Sepanjang Oktober, Nikmati Prost dan Singaraja Selama Dua Jam
Diduga Ancam Pengusaha dengan Pemberitaan Negatif, Yusril Koto Diamankan Polisi
PLN Batam Ungkap Kronologi Blackout Batam-Bintan, Ini Empat Temuan Evaluasi

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Perbaikan Jalan Depan Hotel Vista Dilakukan Menyeluruh, BP Batam Imbau Pengendara Berhati-Hati

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:39 WIB

BP Batam Dorong Sinergi Lintas Paguyuban untuk Dukung Pembangunan Batam

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:26 WIB

Kapal Buku Doulos Hope Singgah di Batam, Buka Jendela Pengetahuan bagi Wisatawan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Rute Baru Batam–Penang Buka Peluang Ekonomi Lintas Negara

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:16 WIB

MaxOne Batam Hadirkan Promo Free Flow Beer Sepanjang Oktober, Nikmati Prost dan Singaraja Selama Dua Jam

Berita Terbaru