Sabtu, 12 Juni 2021
2 Jun 2021
(ist)
(ist)

INIKEPRI.COM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan pelacakan warga yang diduga positif COVID-19 menggunakan tes rapid antigen pada daerah-daerah pulau yang sulit digapai.

Dilansir dari ANTARA, hal ini karena penggunaan PCR memerlukan waktu relatif lama.

“Kami di Kepri melakukan ‘tracing’ menggunakan rapid antigen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kepri Mohammad Bisri dalam webinar yang digelar Bapelkes Batam, di Batam, Rabu 2 Mei 2021.

Ia mengemukakan bahwa wilayah Kepri terdiri atas ribuan pulau-pulau kecil hingga ke Laut Natuna. Untuk mengirimkan sampel ke laboratorium dan mendapatkan hasilnya kembali membutuhkan waktu yang relatif lama, sehingga dinilai tidak efektif untuk mencegah penularan COVID-19.

Pelacakan warga positif COVID-19 menggunakan rapid antigen, kata Mohammad Bisri, utamanya dilakukan di daerah-daerah yang jauh dijangkau.

Pada webinar yang sama, Koordinator Subdit Penyakit Infeksi Emerging Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Endang Budi Hastuti mengatakan menyatakan pihaknya telah mengatur penggunaan rapid antigen sebagai tes melacak warga positif COVID-19.

“Untuk daerah yang memiliki kendala akses layanan pemeriksaan PCR, bisa pakai antigen,” kata dia.

Ia menegaskan, untuk daerah kepulauan seperti Kepri, Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Timur cocok menggunakan tes cepat antigen agar hasil pemeriksaannya bisa lebih cepat keluar.

Memang, Kemenkes mendorong seluruh daerah menggunakan PCR sebagai standa pemeriksaan COVID-19. Namun, apabila ada kendala, maka tes antigen menjadi solusi yang pas untuk meningkatkan pelacakkan, lanjut dia.

Masih dalam kegiatan yang sama, epidemiolog Griffith University, Australia Dicky Budiman mengatakan saat ini penggunaan rapid antigen sudah efektif.

“Hasilnya begitu cepat,” katanya. (ER/ANTARA)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x