Cen Sui Lan Perkuat Ketahanan Pangan Natuna, 188 Ton Pupuk Bersubsidi Tersalurkan dan 257 Petani Terlindungi BPJS

- Publisher

Senin, 13 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Natuna Cen Sui lan bersama dengan OPD,Kejaksaan Natuna, BPJS tenaga kerja, saat menyerahkan pupuk subsidi kepada petani Natuna. Foto: INIKEPRI.COM

Bupati Natuna Cen Sui lan bersama dengan OPD,Kejaksaan Natuna, BPJS tenaga kerja, saat menyerahkan pupuk subsidi kepada petani Natuna. Foto: INIKEPRI.COM

Pemkab Natuna memperketat pengawasan distribusi pupuk bersubsidi sekaligus memperluas perlindungan sosial bagi petani melalui BPJS Ketenagakerjaan.

INIKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten Natuna terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu fondasi ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Cen Sui Lan, berbagai langkah strategis dilakukan, mulai dari percepatan penyaluran pupuk bersubsidi hingga perluasan perlindungan sosial bagi petani melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Hingga Juli 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Natuna mencapai 188,53 ton. Jumlah tersebut terdiri dari 30,95 ton pupuk urea, 93,35 ton pupuk NPK, serta 39,56 ton pupuk organik. Sebelumnya, pada Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Natuna juga telah menyalurkan 24,67 ton pupuk bersubsidi kepada 79 kelompok tani di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur.

Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menegaskan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi harus benar-benar tepat sasaran agar manfaatnya dirasakan langsung oleh petani yang berhak.

“Saya menegaskan agar penyaluran pupuk bersubsidi benar-benar tepat sasaran. Hanya petani yang telah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang berhak menerima bantuan ini. Pengawasan akan terus diperketat bersama Kejaksaan dan aparat penegak hukum agar tidak terjadi penyalahgunaan, penimbunan, maupun kebocoran dalam pendistribusiannya,” tegas Cen Sui Lan, Senin (13/7/2026).

BACA JUGA:  Bupati Cen Sui Lan Gandeng RSO Kemenkes RI, Perkuat Layanan Orthopedi di RSUD Natuna

Menurutnya, selisih harga antara pupuk bersubsidi dan non-subsidi cukup besar sehingga pengawasan harus dilakukan secara ketat agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Jangan sampai ada penyalahgunaan ataupun penimbunan pupuk bersubsidi. Program ini diawasi langsung bersama aparat penegak hukum. Saya tidak ingin ada oknum yang memanfaatkan selisih harga untuk kepentingan pribadi. Pupuk ini adalah hak petani,” ujarnya.

Ia juga mengajak petani yang belum masuk dalam RDKK untuk segera bergabung melalui kelompok tani agar dapat memperoleh haknya pada penyaluran berikutnya.

“Saya mengajak para petani yang belum masuk dalam RDKK agar segera mendaftarkan diri melalui kelompok tani. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan agar seluruh petani di Natuna dapat memperoleh manfaat dari program pupuk bersubsidi ini,” katanya.

Selain itu, Cen Sui Lan mengingatkan agar pupuk bersubsidi dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan tidak diperjualbelikan kembali.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan Gandeng Guspurla Koarmada I, Perkuat Pengamanan Laut Natuna dari Ancaman Kapal Ikan Asing

“Pupuk bersubsidi merupakan bantuan pemerintah untuk meningkatkan hasil pertanian. Saya meminta seluruh penerima memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya dan tidak menjual kembali pupuk tersebut kepada pihak lain,” tegasnya.

Tak hanya memastikan ketersediaan sarana produksi, Pemerintah Kabupaten Natuna juga memperluas perlindungan sosial bagi petani. Pada 2026, sebanyak 257 petani di sembilan kecamatan telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan mendapatkan perlindungan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) serta Jaminan Kematian (JKM).

Cen Sui Lan menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan atas dukungannya dalam memberikan perlindungan kepada petani Natuna.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah memberikan perlindungan kepada para petani Natuna. Program ini diharapkan mampu membantu mengurangi angka kemiskinan. Bagi keluarga yang menerima santunan, gunakanlah bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga dan masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, perlindungan sosial merupakan bagian penting dalam mendukung kesejahteraan petani sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

“Ketahanan pangan tidak akan tercapai apabila para petaninya tidak sejahtera dan tidak memiliki perlindungan. Karena itu, pemerintah daerah akan terus hadir memberikan dukungan agar para petani dan buruh tani memperoleh jaminan apabila mengalami kecelakaan kerja maupun risiko lainnya,” katanya.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan: Sudah Saatnya Perempuan Pimpin Natuna 5 Tahun ke Depan

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Natuna, Wan Syazali, memastikan pihaknya terus mengawal proses penyaluran pupuk agar sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

“Kami akan terus mengawal penyaluran pupuk bersubsidi agar sesuai dengan RDKK serta meningkatkan pembinaan kepada kelompok tani. Harapannya, seluruh program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan produksi dan kesejahteraan petani di Kabupaten Natuna,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyaluran pupuk bersubsidi akan terus dilanjutkan sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Melalui sinergi antara penyediaan pupuk bersubsidi, pengawasan distribusi yang ketat, serta perlindungan sosial bagi petani, Pemerintah Kabupaten Natuna optimistis produktivitas sektor pertanian akan terus meningkat. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Bupati Cen Sui Lan dalam membangun pertanian yang maju, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah perbatasan Indonesia.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Gowes Pagi di Bukit Arai, Raja Mustakim Ajak Petugas Kebersihan Sarapan dan Berbagi Sembako
Pasar JICA Natuna Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Nelayan dan Perdagangan
Cen Sui Lan Paparkan Tantangan Natuna kepada Wamenlu, dari Konektivitas hingga Kelautan
Wamenlu RI Arif Havas Oegroseno Tiba di Natuna, Bahas Agenda Strategis Kawasan Perbatasan
Kemarau Diprediksi hingga 2027, Embung Sebayar Disiapkan untuk Jaga Pasokan Air Natuna
Prosesi Adat Melayu Warnai Penyambutan Pangkosek II di Lanud Raden Sadjad Natuna
Cen Sui Lan Serahkan Sertifikat dan TISKA kepada 25 Pramuka Natuna Peserta Jambore Nasional XII
Kemarau hingga 2027, Cen Sui Lan Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla di Natuna

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:27 WIB

Gowes Pagi di Bukit Arai, Raja Mustakim Ajak Petugas Kebersihan Sarapan dan Berbagi Sembako

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Pasar JICA Natuna Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Nelayan dan Perdagangan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Cen Sui Lan Paparkan Tantangan Natuna kepada Wamenlu, dari Konektivitas hingga Kelautan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Wamenlu RI Arif Havas Oegroseno Tiba di Natuna, Bahas Agenda Strategis Kawasan Perbatasan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:59 WIB

Kemarau Diprediksi hingga 2027, Embung Sebayar Disiapkan untuk Jaga Pasokan Air Natuna

Berita Terbaru