Kemenkeu Beberkan Kinerja dan Fasilitas Fiskal KEK di Depan Komisi XI DPR RI

- Admin

Selasa, 15 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Menyambut kunjungan kerja Komisi XI DPR RI ke Provinsi Kepulauan Riau, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam hal ini Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Direktorat Jenderal Pajak sebagai mitra kerja Komisi XI menyelenggarakan rapat dalam rangka pembahasan kinerja penerimaan Kementerian Keuangan dan Implementasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Rapat tersebut diselenggarakan di Hotel Best Western Premiere Panbil, Batam, pada hari Jumat, 11 Juni 2021.

Kunjungan Komisi XI DPR RI ini bertujuan untuk membahas perbaikan yang perlu dilakukan di Kepulauan Riau mengingat pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama berada pada angka minus 1,19%. Hadir Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Walikota Batam Muhammad Rudi, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam Susila Brata, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kepualauan Riau Cucu Supriatna, dan jajaran anggota Komisi XI.

Kemenkeu memaparkan materi mengenai penerimaan negara dan perkembangan KEK di Kepulauan Riau. Cucu Supriatna selaku perwakilan Kemenkeu Kepulauan Riau menjelaskan kinerja penerimaan Kemenkeu sudah menyentuh angka 3,26 Triliun dari target 8,18 Triliun(39,91%). Terkait perkembangan KEK, Kemenkeu sendiri memberikan beberapa fasilitas fiskal, seperti:

  1. Pembebasan dan penangguhan Bea Masuk sertatidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI)
  2. Pengurangan PPh Badan
  3. Pengembalian PPN untuk warga negara asing di KEK Pariwisata
  4. Pembebasan PPnBM terhadap properti di KEK
Baca Juga :  Prahara di Sayap Partai NasDem Kepri, Erlita Sari Digeser dari Ketua Garnita Malahayati

Di daerah Kepulauan Riau sendiri sudah terdapat dua KEK, KEK Galang Batang dan KEK Batam Aero Technic. Sedangkan KEK Nongsa Digital Park masih dalam proses penetapan. Pada KEK Galang Batang sudah menyerap tenaga kerja sebanyak 4.531 pekerja dan diproyeksikan memiliki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar USD 8,6 Biliun dalam 15 tahun, penerimaan pajak USD 48,1 Miliar per tahun, penghematan biaya impor, dan akses pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Susila Brata menambahkan dalam paparannya bahwa Kemenkeu tentunya mendukung pengembangan KEK di Kepulauan Riau dengan memberikan berbagai kemudahan seperti:

Baca Juga :  Amsakar Achmad Diangkat Jadi Anggota Luar Biasa Motor Besar Club Indonesia

Asistensi pengembangan IT Inventory
Pelaksanaan Customs Visit ke perusahaan (KEK Nongsa Digital Park dan KEK Batam Aero Technic)
Kemudahan layanan dokumen dalam proses transisi (dokumen tetap menggunakan PPFTZ dan mendapatkan fasilitas pembebasan Bea Masuk & PDRI)
Penyederhanaan prosedur layanan dan dokumen FTZ ke KEK (dalam proses perumusan)
Selain itu, Susila Brata menjelaskan, ‘’Bea Cukai Batam juga terus melakukan pengembangan Batam Logistic Ecosystem (BLE) yang sudah diluncurkan awal Maret lalu. Dengan penerapan Single Submission, integrasi kegiatan perizinan Ship to Ship/Floating Storage Unit (STS/FSU), perizinan usaha dan pemasukan barang konsumsi, autogate system, Digital Platform Logistic Shipping, Trucking, dan juga Warehousing (Startup), diharapkan mampu mempercepat arus logistik di Kepualuan Riau’’.

Untuk meningkatkan daya dukung industrinya dalam hal pasokan barang-barang input dan kegiatan logistik dapat mengakses ekosistem logistik di Kepulauan Riau khususnya Pulau Batam sebagai Hub Logistik melalui sistem informasi yang sudah terpadu antar instansi dengan mengakses nle.kemenkeu.go.id.

Baca Juga :  Cegah Ancaman PHK Massal Akibat Tarif Resiprokal AS, Bea Cukai Batam Inisiasi Langkah Antisipatif dengan Audiensi

KEK yang menggunakan Pulau Batam sebagai Hub Logistik dapat mengakses seluruh layanan Pemerintah secara online dengan prinsip Single Submission (SSM). Dengan system ini dalam satu pengajuan di platform BLE-NLE akan langsung terkirim data ke instansi-instansi pemerintah sesuai proses bisnis yang dipilih.

Persetujuan/approval termasuk output document juga diterbitkan melalui platform BLE-NLE, dan proses selanjutnya (flow of document, flow of goods dan flow of transaction) sesuai dengan karakteristik proses bisnis yang diajukan melibatkan berbagai platform baik swasta maupun pemerintah.

Platform swasta (Start-Up) dengan prinsip Omni Channel untuk pemesanan Trucking, Warehousing, Pembayaran Delivery Order (DO), Pembayaran Surat Penyerahan Peti Kemas (SP2) dan lain-lain secara online dari platform mana saja yang sudah terhubung dalam ekosistem logistik di platform BLE-NLE. (AFP)

Berita Terkait

Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok
Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul
Amsakar Dorong Usulan Musrenbang yang Berdampak Langsung bagi Warga

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:50 WIB

Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB