Mengenal Tiga Varian Baru Virus Corona

- Admin

Senin, 21 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

Varian ini berasal dari Afrika Selatan. Virus ini pertama kali ditemukan pada Desember 2020. Varian ini punya pola mutasi berbeda. Varian ini sudah ditemukan di Bali pada Mei lalu.

Mutasi varian ini menyebabkan lebih banyak perubahan pada struktur protein spike milik virus corona. Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, varian Beta diduga bisa memengaruhi penurunan efikasi vaksin COVID-19.

Sama seperti varian Alpha, varian Beta juga memiliki kemampuan penularan lebih cepat. Gejala yang ditimbulkan varian ini tidak jauh berbeda dengan infeksi COVID-19 pada umumnya, tetapi mutasi varian ini tergolong cukup berbahaya.

Baca Juga :  Begini Caranya Agar Tetap Bugar Saat Lebaran Setelah Penuh Puasa Sebulan

Mutasi pada varian Beta dapat meningkatkan peluang virus menghindari sistem kekebalan seseorang, dan dapat memengaruhi seberapa efektif vaksin virus corona bekerja.

3. Varian Delta

Varian ini pertama kali ditemukan di Maharashtra, India. Varian ini memiliki sejumlah karakteristik mutasi, yang membuat varian tersebut berbeda dan lebih berbahaya dibanding strain asli.

Menurut Ketua Tim Peneliti Whole Genome Sequencing (WGS) FK-KMK Universitas Gadjah Mada Gunadi, terdapat beberapa sebab yang membuat varian Delta dinilai lebih berbahaya.

Baca Juga :  Ini Gejala Yang Terjadi Jika Terinfeksi Varian Mu

Pertama, varian Delta berhubungan dengan usia pasien meskipun sudah divaksin dua dosis. “Semakin tua pasien COVID-19, maka varian Delta ini akan memperburuk kekebalan tubuh pasien tersebut,” kata Gunadi.

Varian Delta diketahui dapat menginfeksi kembali pasien COVID-19 dan akan memperlemah kekebalan tubuh pasien. Padahal, seharusnya apabila sudah terinfeksi COVID-19 pasien akan mendapatkan antibodi secara alami.

Gejala varian Delta ini meliputi:

  • Sakit perut
  • Hilang selera makan
  • Muntah
  • Mual
  • Nyeri sendi
  • Gangguan pendengaran.
Baca Juga :  Varian Baru Virus Corona Gamma Terdeteksi, Diklaim Sangat Berbahaya

Pada 10 Mei 2021, WHO mengklasifikasikan virus ini menjadi variant of concern. Virus jenis ini juga termasuk salah satu virus yang paling mudah penularannya. Umumnya, orang yang terinfeksi varian ini dapat melakukan isolasi mandiri.

(Petugas kesehatan mengambil sampel tes cepat Antigen dari seorang pedagang yang beraktivitas di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali, Sabtu (19/6/2021). Pemerintah Kota Denpasar menggelar tes cepat Antigen di ruang publik untuk mengantisipasi terjadinya kasus varian baru COVID-19. (RWH)

Berita Terkait

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari
Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua
Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya
Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online
Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita
Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik
Tak Takut Maag, Ini Makanan Penambah Darah yang Ramah Lambung
Manfaat Mandi Subuh, Dari Daya Tahan Tubuh hingga Kesehatan Mental

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 08:03 WIB

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:29 WIB

Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:56 WIB

Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:06 WIB

Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita

Rabu, 31 Desember 2025 - 09:58 WIB

Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik

Berita Terbaru