“Kamu baik-baik di Jakarta, ya, Non. Kerja yang benar. Jangan lupa berdoa,” ujar Pak Budi.
Aku terenyuh mendengar ucapan Pak Budi. Tidak kusangka dia sangat baik. Bu Budi mengelus kepalaku.
“Ya, sudah. Kamu istirahat saja,”
Pak Budi dan istrinya langsung keluar kamar. Aku memasukkan pisang pemberian mereka ke kulkas. (RWH/GENPI)

















