Rizal memutar-mutar tubuhku. Senang, sudah lama aku tak merasakan hal seperti ini.
“Cukup, aku sudah lelah,” kataku.
Namun, Rizal tak mendengar permintaanku. Tanpa ampun, dia terus mengajakku untuk menari.
Untungnya, ponsel yang dipakai Rizal untuk memutar lagu mati. Baterainya habis tak tersisa.
“Sudah, sudah. Cukup Zal,” kataku. Setelah itu, aku berpikir bahwa tindakanku bersama Rizal merupakan hal yang salah.
Sebab, aku asyik bergoyang dengan mantan kekasih saat suamiku pergi menantang ombak di lautan. Setelah hujan reda, aku pun langsung meminta Rizal kembali pulang. Aku tak ingin hal ini berlangsung lama.
“Maaf, hujan sudah reda. Sebaiknya kamu pulang,” kataku.
Rizal menerimanya dengan senang hati. Dia langsung pulang dan mengucapkan hal yang cukup mengejutkan.
“Terima kasih untuk waktu dan perasaanmu yang masih tersimpan untukku,” kata Rizal.
Setelah kejadian itu, pikiranku pun penuh dengan bayangan Rizal. Untungnya, aku lekas sadar bahwa aku sudah punya suami. (ER/GENPI)

















