Dia hanya menatapku seakan mengatakan “sudah tidak bisa”.
Akhirnya, tubuhku terbawa ke puskesmas dekat rumah. Aku tidak menduga bahwa tempat itu memiliki alat medis lengkap, ayah akhirnya bisa bernapas lega.
Namun, saat ayah dinyatakan positis virus corona aku makin khawatir akan kondisinya. Dia memiliki jantung dan juga gula.
Sebelum ayah mendapatkan perawatan khusus karena dinyatakan sebagai pasien dengan gejala hebat, dia mengatakan sepatah kata kepadaku.
“Jaga dirimu baik-baik,” suara ayah rintih sebentar, kemudian hilang.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















