Lima hari keadaan ayah tak kunjung membaik, gulanya makin tinggi, dan trombositnya menurun. Ayah juga memerlukan donor plasma golongan darah AB penyitas covid-19. Sayangnya, sebelum ayah mendapatkan donor darah, dia dipanggil Tuhan.
Aku yakin Tuhan segera memanggil ayah agar orang yang aku cintai di dunia ini tidak sakit terlalu lama. Namun, hatiku kembali teriris lantaran ketika ayah meninggal, aku tidak di sana. Aku dinyatakan positif tepat sehari sebelum ayah pergi.
CT ku mencapai 15, virus itu sedang ganas-ganasnya di tubuh.
Aku hanya bisa pasrah dan melihat wajah ayah yang terakhir kalinya di video call. Selamat tinggal ayah, Tuhan lebih sayang ayah dan mau menjagamu.
Aku disini ingin berjuang untuk meraih cita-citaku yang dirindukan oleh ayah. (RWH/GENPI)

















