19 Pekerja Migran Hendak Dikirim ke Singapura Melalui Batam Diamankan BP2MI

- Publisher

Minggu, 15 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: ANTARA)

(Foto: ANTARA)

INIKEPRI.COM – 19 calon pekerja migran yang akan dikirim ke Singapura melalui Batam berhasil digagalkan Petugas Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Kepala BP2MI Benny Rhamdani, dilansir dari kantor berita ANTARA mengatakan, calon pekerja migran tersebut mencoba ke luar Tanah Air melalui Batam, dengan menggunakan “calling visa” di tengah larangan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.

“Jadi mereka akan ke Singapura sebagai penata rumah tangga atau pekerja rumah tangga, namun kami berhasil amankan terlebih dahulu,” kata Benny Rhamdani di kantor BP2MI, Jakarta, Sabtu (14/8/2021) malam.

BACA JUGA:  Batam Blackout, Hingga Pukul 13.15 WIB 117.342 Pelanggan Masih Padam Listrik

Benny menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari laporan adanya calon pekerja migran yang akan menyeberang di Batam. Dari laporan yang didapat, pihaknya menemukan sebuah penampungan yang di dalamnya terdapat 19 orang calon pekerja migran yang kebanyakan berasal dari Jawa Timur.

“Ternyata, semua dokumen dan paspor mereka juga sudah ditahan. Semua ditahan untuk dijadikan alat sandera agar mereka tunduk,” ujar Benny Rhamdani.

Benny Rhamdani menambahkan bahwa calon para pekerja migran tersebut sudah berada di penampungan selama 10 hari sebelum diberangkatkan ke Singapura.

BACA JUGA:  Apresiasi Peran BP Batam, Banggar DPR RI Optimis Batam Menjadi Kawasan Investasi Berkelas Dunia

Diketahui calon pekerja migran tersebut diberangkatkan oleh dua perusahaan yaitu PT Tanjung Lestari dan PT Amanah Putra Pratama dengan menggunakan “calling visa” ketika upaya pengiriman TKI ke luar negeri saat ini dihentikan.

“Kami menilai ada oknum petugas yang terlibat. Kalau ‘calling visa’ yang bisa dikeluarkan pastinya petugas imigrasi terlibat. Apalagi izin khusus itu hanya diberikan ke beberapa negara saja dengan misi kemanusiaan,” ujar Benny Rhamdani.

Dia mengatakan bahwa para pekerja migran tersebut ketika sampai di negara Singapura akan ditampung oleh tiga agency, Loving Helper, Agency Human Recencis, Basehum Emploement Agency.

BACA JUGA:  23 Karyawan McDermott Di Swab, Hasilnya Negatif Lalu Di Pulangkan

Atas temuan itu, lanjut Benny, pihaknya akan meminta kepada KBRI untuk menunda semua bentuk pelayanan di tiga agency tersebut. Pasalnya, dari temuan itu pihaknya menduga terlibat dalam penempatan ilegal dan ini bentuk kejahatan yang terus menerus terjadi dilakukan oleh sindikat.

“Apa yang kita lakukan sebagai bentuk negara melakukan perlawanan dan perang total pada upaya-upaya memperjualbelikan, memperdagangkan manusia,” tutur Benny. (ET/ANTARA)

Berita Terkait

Batam-Singapura Makin Erat, Amsakar Dorong Investasi hingga Pariwisata
Bidik Investasi Jepang, BP Batam Jalin Sinergi dengan KBRI, IIPC dan BNI Tokyo
Dari Pasar Jodoh hingga Reklamasi, Amsakar Hadapi Langsung Sorotan Mahasiswa
Amsakar Tanamkan “Rasa Ber-Kita”, Pemko dan BP Batam Diminta Bergerak sebagai Satu Kesatuan
Batam Pacu Penataan Infrastruktur Dasar dan Estetika Kota
Firmansyah Dorong Anak Muda Batam Jadi Pencipta Inovasi, Bukan Sekadar Pengguna Teknologi
Amsakar–Li Claudia Tegaskan Pemulihan Air Jadi Prioritas, Tim Teknis SPAM Bekerja Sampai Tuntas
Harumkan Nama Indonesia, Dua Siswa MAN 1 Batam Sabet Prestasi di Kompetisi Tilawah Internasional

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:34 WIB

Batam-Singapura Makin Erat, Amsakar Dorong Investasi hingga Pariwisata

Jumat, 4 September 2026 - 08:38 WIB

Bidik Investasi Jepang, BP Batam Jalin Sinergi dengan KBRI, IIPC dan BNI Tokyo

Rabu, 2 September 2026 - 09:01 WIB

Amsakar Tanamkan “Rasa Ber-Kita”, Pemko dan BP Batam Diminta Bergerak sebagai Satu Kesatuan

Rabu, 2 September 2026 - 08:39 WIB

Batam Pacu Penataan Infrastruktur Dasar dan Estetika Kota

Selasa, 1 September 2026 - 07:12 WIB

Firmansyah Dorong Anak Muda Batam Jadi Pencipta Inovasi, Bukan Sekadar Pengguna Teknologi

Berita Terbaru