Aaarrgghh Gusti, Beratnya Jadi Fans Arsenal!

Arsenal Till I Die
I’m Arsenal till i die…I’m arsenal till i die..
I know I am, I’m sure I am,
I’m Arsenal till I die!

INIKEPRI.COM – Bagi pendukung Arsenal, chants diatas adalah penyemangat bagi para pemain yang sedang bertungkuslumus di atas lapangan hijau.

Sederhana, tapi penuh makna. Tatkala chants itu berkumandang, The Gooners – julukan bagi fans Arsenal- berharap tim meriam London ini dapat memenangkan pertandingan. Iya menang, adalah sebuah asa yang selalu muncul sebelum pertandingan dimulai.

Jangankan kalah, imbang bagi setiap fans sepakbola adalah sesuatu yang “diharamkan”. Meski kita tahu, sepakbola itu terkadang menghujam bak palu godam.

Sabtu 28 Agustus 2021, Arsenal kembali menjalani pertandingan tandangnya. Bertandang ke Etihad Stadium, asuhan Mikel Arteta ini bertanding melawan klub kaya raya Manchester City.

Sebelum pertandingan, ribuan bahkan jutaan pendukung Arsenal dipastikan melantunkan doa yang sama. Ya doa itu hanya meminta hasil pertandingan dapat dimenangkan oleh Arsenal.

Wajar, sejak musim ini dimulai, Arsenal telah melewati dua pertandingan, tanpa sekalipun memetik kemenangan. Tak cukup sampai disitu, dari dua pertandingan, Arsenal yang fansnya selalu ber-memory dan merasa hegemoni dengan “The Invicibles” itu, tak sekalipun bisa menceploskan barang sebiji gol pun. Tragis, bagi tim yang digembar-gemborkan sebagai tim terkaya nomor 13 di dunia.

Kembali ke lawatannya ke Etihad Stadium, pertandingan baru saja dimulai. Belum lama memang, menit ke tujuh, iya menit ke tujuh, Ikay Gundogan berhasil menyarangkan sebuah gol ke gawang Arsenal. Tak terbayang rasanya jadi The Gooners, bayang-bayang kekalahan di depan mata.

Tak lama, gol kedua kembali setelah Ferran Torres berhasil membuat meriam London semakin tak berbunyi.

Dominasi City di pertandingan ini semakin menjadi-jadi, terlebih setelah Granit Xhaka mendapat kartu merah di menit ke 35.

Pendukung Arsenal serasa hilang kepercayaan, jangankan bisa menang, bisa mencuri gol untuk imbang ya syukur, begitulah imajiner pendukung Arsenal.

Entah apa rasanya jadi fans Arsenal, saat pertandingan memasuki menit 43, The Citizens – julukan Manchester City-, kembali menggolkan jala Arsenal untuk ketiga kalinya. Sesak dan berkunang-kunang, sudah pasti itu yang dirasakan dari tak sedikit fans Arsenal.

Babak pertama usai, You are my Arsenal! My only Arsenal! You make me happy! When skies are grey, sepenggal lanjutan chants Arsenal, kembali dinyanyikan oleh pendukungnya, meski terdengar lirih, dan tak sedikit yang hanya berani menyanyikan dalam hati.

Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Peribahasa itu kayaknya pantas bagi Arsenal. Belum juga membalas, kembali gol keempat kembali bersarang. Bahkan, yang tragisnya gol Rodri menit ke 53 itu diapresiasi oleh pendukung Arsenal yang jauh-jauh rela datang ke stadion yang baru saja mendirikan patung untuk mengapresiasi ke pemain yang katanya dianggap legenda klub itu.

Seakan sedang mengalami kiamat kubra, akhirnya Arsenal kembali kebobolan gol ke lima lewat Ferran Torres lagi. Entah bagaimana rasanya jadi pendukung Arsenal malam ini. 5-0, iya, 5-0, tim ini terbantai secara hina oleh tim yang sering dikatakan oleh pendukungnya sendiri, sebagai tim yang memiliki fans ghaib.

Seusai pertandingan, ragam hinaan, cacian dan troll memenuhi linimasa Twitter. Bahkan, Arsenal menjadi trending 1.

Tim yang membelanjakan uang Rp 2 triliun, diulang sekali lagi, Rp 2 triliun ini, secara beruntun kalah untuk ketiga kalinya, dengan tanpa berhasil menggolkan barang sebiji gol-pun.

Dapat dibayangkan, betapa sakit dan menderitanya jadi pendukung Arsenal. Betapa menderitanya Mikel Arteta, dipecat menanti di depan mata.

Duh, pertandingan pertama musim ini saja masih meninggalkan luka teramat dalam, ya teramat dalam, musababnya kalah 2-0 dengan tim promosi Brentford, di pertandingan pembuka kompetisi.

Lalu, di pertandingan kedua kalah lagi melawan Chelsea, dengan skor yang sama 2 berbanding 0.

Kini, Arsenal seakan terbenam di Palung Mariana, menghuni dasar klasemen. Ya peringkat ke-20 dari 20 peserta liga. Padahal, sebelum liga dimulai, Arsenal berada di pucuk liga, ya karena klasemen berdasarkan abjad peserta tentunya.

Aaarrgghh Gusti, sungguh berat menjadi fans Arsenal, lirih suara teman. Fans Arsenal tentu tidak akan pernah menyesal karena mendukung, tetapi kekalahan beruntun dan di-bully oleh fans lawan adalah hal tersial.

Teruslah membagikan kelucuan-mu wahai Arsenal, agar kami tetap terpingkal!

Penulis : Fans Manchester United, bukan pembenci Arsenal

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
3PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img
spot_img

Berita Populer

error: Content is protected !!