“Sayang, kamu harus sabar dan tabah mengurus orang tua,” kata suamiku dari sambungan telepon.
“Iya Mas. Maaf Mas belum bisa mengurusmu,” timpalku.
“Tenang sayang. Aku bisa menjaga diri, terpenting kamu sehat di sana dan orang tua lekas sembuh,” ucap suamiku.
“Amin. Semoga akhir bulan depan kita bisa kembali bersua ya, Mas,” kataku.
“Terpenting orang tua kamu sembuh dahulu,” ucap suamiku.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya

















