Untung, aku datang tepat waktu sebelum mereka menggelar aksinya. Aku marah kepada Rendi karena sudah berbohong kepadaku.
Aku pun menggeledah tas miliknya dan aku meraba senjatanya yang panjang itu. Aku pun menggenggam senjata Rendi yang panjang itu sambil menangis.
Melihat aku yang berurai air mata, Rendi pun mengurungkan niatnya. (ER/GENPI)

















