Satgas Ingatkan Pelajar dan Guru Tidak ke Sekolah Jika Demam

- Publisher

Jumat, 8 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

INIKEPRI.COM – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mengingatkan para pelajar dan guru untuk tidak ke sekolah jika sedang demam agar tidak menulari penyakitnya kepada orang lain.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Kamis 7 Oktober 2021 menjelaskan, para pelajar harus memahami bahwa salah satu gejala dari orang yang tertular COVID-19 adalah demam. Namun, tidak semua orang yang menderita demam terinfeksi COVID-19.

BACA JUGA:  Bertambah 3 Lagi, Total 18 Orang Kasus Aktif Corona di Tanjungpinang

Untuk memastikan orang tersebut terinfeksi COVID-19 melalui tes antigen atau RT-PCR.

“Lebih baik di rumah, istirahat sampai sembuh. Sebab demam juga menyebabkan imun tubuh menurun sehingga mudah terserang bakteri atau virus,” katanya disitat dari ANTARA.

Menurut dia, penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah harus lebih fokus pada pengawasan dan pembinaan terhadap pelajar SD, karena masih anak-anak. Sedangkan pelaksanaan PTM untuk pelajar SMP dan SMA, secara umum sesuai dengan standar protokol kesehatan.

BACA JUGA:  Belum Ada Biaya Sewa Lapak PKL di Pasar Bincen

“Kalau pelajar SMP dan SMA lebih mudah diarahkan. Mereka juga sudah paham bagaimana mencegah agar tidak tertular COVID-19,” ujarnya.

Tjetjep juga mengingatkan seluruh orang tua atau wali murid untuk ikut serta mengawasi anak-anaknya agar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama saat beraktivitas di sekolah dan di lingkungan di luar sekolah. Sampai sekarang masih banyak ditemukan pelajar yang tidak menggunakan masker saat pulang sekolah.

BACA JUGA:  Bahtiar Terima Gelar Dato Wira Djaya

“Di sekolah juga saya temukan pelajar yang tidak menggunakan masker dengan benar. Ini tentu harus diperhatikan para guru,” katanya.

Saat ini, kata dia kasus aktif di Kepri semakin landai. Total kasus aktif COVID-19 tinggal 140 orang, setiap hari terjadi penurunan kasus.

“Bahkan ada daerah yang hampir habis kasus aktifnya yakni Lingga tinggal 2 orang, dan Anambas 4 orang,” ungkapnya. (ET/ANTARA)

Berita Terkait

Pemko Tanjungpinang Siapkan Seragam, Tas, dan Sepatu Gratis bagi Siswa TK hingga SMP
Lis Darmansyah Tawarkan Tanjungpinang Jadi Basis Industri Gula Organik dan VCO, Sasar Pasar Ekspor Dunia
Semester I 2026, Investasi Tanjungpinang Naik Jadi Rp470 Miliar, Pulau Basing Disiapkan Jadi Magnet Baru
Budaya Qurani Terus Tumbuh, Santri Asrama MTsN Tanjungpinang Konsisten Murojaah dan Setoran Tahfidz
Pemko Tanjungpinang Gandeng BTN Perkuat Transformasi Digital dan Layanan Publik
Tanjungpinang Terima Bantuan Rehabilitasi 589 Rumah Tidak Layak Huni dari Pemerintah Pusat
Wali Kota Tanjungpinang Terbitkan Edaran GAMAS, ASN Boleh Terlambat Demi Antar Anak ke Sekolah
Lomba Gerak Jalan Proklamasi Tanjungpinang 2026 Dibuka, Pendaftaran Kini Sepenuhnya Online

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Pemko Tanjungpinang Siapkan Seragam, Tas, dan Sepatu Gratis bagi Siswa TK hingga SMP

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:42 WIB

Lis Darmansyah Tawarkan Tanjungpinang Jadi Basis Industri Gula Organik dan VCO, Sasar Pasar Ekspor Dunia

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:59 WIB

Semester I 2026, Investasi Tanjungpinang Naik Jadi Rp470 Miliar, Pulau Basing Disiapkan Jadi Magnet Baru

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:24 WIB

Budaya Qurani Terus Tumbuh, Santri Asrama MTsN Tanjungpinang Konsisten Murojaah dan Setoran Tahfidz

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:19 WIB

Pemko Tanjungpinang Gandeng BTN Perkuat Transformasi Digital dan Layanan Publik

Berita Terbaru