Satgas Ingatkan Pelajar dan Guru Tidak ke Sekolah Jika Demam

- Publisher

Jumat, 8 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

INIKEPRI.COM – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mengingatkan para pelajar dan guru untuk tidak ke sekolah jika sedang demam agar tidak menulari penyakitnya kepada orang lain.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Kamis 7 Oktober 2021 menjelaskan, para pelajar harus memahami bahwa salah satu gejala dari orang yang tertular COVID-19 adalah demam. Namun, tidak semua orang yang menderita demam terinfeksi COVID-19.

BACA JUGA:  Komitmen Ansar untuk Perbanyak SMK di Kepri

Untuk memastikan orang tersebut terinfeksi COVID-19 melalui tes antigen atau RT-PCR.

“Lebih baik di rumah, istirahat sampai sembuh. Sebab demam juga menyebabkan imun tubuh menurun sehingga mudah terserang bakteri atau virus,” katanya disitat dari ANTARA.

Menurut dia, penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah harus lebih fokus pada pengawasan dan pembinaan terhadap pelajar SD, karena masih anak-anak. Sedangkan pelaksanaan PTM untuk pelajar SMP dan SMA, secara umum sesuai dengan standar protokol kesehatan.

BACA JUGA:  Tarif Tes Antigen di Pelabuhan Tanjungpinang Turun Jadi Rp85 Ribu

“Kalau pelajar SMP dan SMA lebih mudah diarahkan. Mereka juga sudah paham bagaimana mencegah agar tidak tertular COVID-19,” ujarnya.

Tjetjep juga mengingatkan seluruh orang tua atau wali murid untuk ikut serta mengawasi anak-anaknya agar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama saat beraktivitas di sekolah dan di lingkungan di luar sekolah. Sampai sekarang masih banyak ditemukan pelajar yang tidak menggunakan masker saat pulang sekolah.

BACA JUGA:  Panglima TNI Serahkan Bantuan Sosial dan Kunjungi Situs Bersejarah di Pulau Penyengat

“Di sekolah juga saya temukan pelajar yang tidak menggunakan masker dengan benar. Ini tentu harus diperhatikan para guru,” katanya.

Saat ini, kata dia kasus aktif di Kepri semakin landai. Total kasus aktif COVID-19 tinggal 140 orang, setiap hari terjadi penurunan kasus.

“Bahkan ada daerah yang hampir habis kasus aktifnya yakni Lingga tinggal 2 orang, dan Anambas 4 orang,” ungkapnya. (ET/ANTARA)

Berita Terkait

Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang
Temui Mitra Gojek, Lis Darmansyah Dorong Ojol Tanjungpinang Punya Usaha Sampingan
Siap Harumkan Nama Sekolah, Tiga Pesilat MTsN Tanjungpinang Tempur di Seleksi POPDA
Museum Tugu Bahasa di Pulau Penyengat Diproyeksi Jadi Magnet Wisata Sejarah
Mulai 10 April, ASN Tanjungpinang WFH Setiap Jumat
Jelang Peresmian PSC 119, Dinkes Tanjungpinang Gelar Donor Darah dan Khitanan Gratis
Puskesmas Tanjungpinang Barat Segera Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan
Tanpa Jeda, Penyaluran Air Bersih di Tanjungpinang Capai 711 Ton

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:50 WIB

Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang

Senin, 13 April 2026 - 06:15 WIB

Temui Mitra Gojek, Lis Darmansyah Dorong Ojol Tanjungpinang Punya Usaha Sampingan

Minggu, 12 April 2026 - 08:52 WIB

Siap Harumkan Nama Sekolah, Tiga Pesilat MTsN Tanjungpinang Tempur di Seleksi POPDA

Sabtu, 11 April 2026 - 07:48 WIB

Museum Tugu Bahasa di Pulau Penyengat Diproyeksi Jadi Magnet Wisata Sejarah

Rabu, 8 April 2026 - 11:52 WIB

Mulai 10 April, ASN Tanjungpinang WFH Setiap Jumat

Berita Terbaru