Dalam surat tertulis yang ia unggah di akun Facebook pribadinya, Kamis, Gede Pasek tidak menyebut secara jelas alasan pengunduran dirinya. Ia hanya menyampaikan bahwa dirinya membutuhkan tempat pengabdian baru untuk mewujudkan ide dan gagasan politiknya secara maksimal.
“Sehingga jika itu tidak bisa berjalan, maka perlu ladang pengabdian baru dilakukan, dan di sisi lain perlu diberikan kesempatan yang lain untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan,” kata Gede Pasek dalam surat terbukanya yang diteken di Jakarta, Kamis.
Pria asal Bali itu menyampaikan bahwa surat resmi pengunduran dirinya telah disampaikan kepada Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang.
“Surat resmi ini merupakan kelanjutan penyampaian secara lisan saya kepada ketua umum di waktu sebelumnya,” terang Gede Pasek.
Dalam surat itu, Gede meminta maaf kepada seluruh pihak selama menjalankan tugas kepartaian sebagai sekretaris jenderal Hanura.
“Semoga perpisahan secara organisasi bukan berarti memisahkan silaturahim dalam kemanusiaan. Saya berdoa semoga Partai Hanura semakin berkembang dan maju ditangani oleh kader-kader lain yang saya lihat sangat banyak berpotensi dan berkualitas,” ujarnya.
Anas Bakal Ikut Gabung?
Sementara itu, eks Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum disebut-sebut bakal ikut bergabung dengan PKN segera setelah bebas dari penjara. Terkait hal ini, Gede Pasek masih belum mau memberikan kepastian.
Seperti diketahui, Anas mulai ditahan sejak 2014 karena tersangkut kasus korupsi. Awalnya ia divonis 14 tahun, namun hukumannya dipangkas menjadi hanya 8 tahun. Diperkirakan, dia akan bebas tahun 2022. (AFP/INDOZONE)

















