Tiap Detiknya, Perusahaan Ini Untung Rp 14,2 Juta dari Vaksin COVID-19

- Admin

Rabu, 17 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Vaksin COVID-19 / Foto: Istimewa

Ilustrasi Vaksin COVID-19 / Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Vaksin berbasis messenger RNA (mRNA) dari Pfizer, BioNTech dan Moderna menghasilkan keuntungan gabungan sebesar US$ 65.000 atau Rp 924 juta (asumsi Rp 14.200/US$) setiap menit.

Hal ini dilaporkan oleh laporan Aliansi Vaksin Rakyat (PVA), koalisi yang mengkampanyekan akses yang lebih luas ke vaksin COVID-19.

PVA memperkirakan ketiga perusahaan ini akan menghasilkan laba sebelum pajak sebesar US$ 34 miliar (Rp 483,5 triliun) tahun ini.

Ini artinya mereka mendapatkan lebih dari US$ 1.000 (Rp 14,2 juta) per detik, US$ 65.000 per menit, atau US$ 93,5 juta (Rp 1,3 triliun) per hari.

Baca Juga :  Canggih! Dilengkapi GPS, Setiap Dosis Vaksin Covid19 Dibuat untuk Satu Penduduk

Namun ketiga perusahaan tersebut dianggap hanya mau menjual sebagian besar dosis ke negara-negara kaya.

Mereka dinilai meninggalkan negara-negara berpenghasilan rendah dalam kesulitan mendapatkan vaksin.

“Sungguh cabul, bahwa hanya beberapa perusahaan yang menghasilkan keuntungan jutaan dolar setiap jam, sementara hanya dua persen orang di negara-negara berpenghasilan rendah telah sepenuhnya divaksinasi terhadap virus corona,” kata Maaza Seyoum dari Aliansi Afrika dan Aliansi Vaksin Rakyat Afrika, dikutip dari AFP, Selasa (16/11/2021).

“Pfizer, BioNTech, dan Moderna telah menggunakan monopoli mereka untuk memprioritaskan kontrak yang paling menguntungkan dengan pemerintah terkaya, membuat negara-negara berpenghasilan rendah berada dalam bahaya.”

Baca Juga :  Berapa Lama Tubuh Kebal Corona Setelah Disuntik Vaksin COVID-19?

Data PVA mengatakan Pfizer dan BioNTech hanya mengirimkan kurang dari 1% total pasokan mereka ke negara-negara berpenghasilan rendah sementara Moderna hanya mengirimkan 0,2%. Saat ini, 98% orang di negara berpenghasilan rendah belum sepenuhnya divaksinasi.

Tindakan ketiga perusahaan tersebut berbeda dengan AstraZeneca dan Johnson & Johnson, yang menyediakan vaksin mereka secara nirlaba.

Meski keduanya sudah mengumumkan akan mengakhiri penyediaan secara nirlaba di masa depan, pada saat pandemi mereda.

PVA mengatakan bahwa meskipun menerima dana publik lebih dari US$ 8 miliar, Pfizer, BioNTech dan Moderna telah menolak panggilan untuk mentransfer teknologi vaksin ke produsen di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah melalui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga :  Vaksin Covid-19 Bisa Besarkan Penis? Ini Faktanya

Padahal langkah itu dapat meningkatkan pasokan global, menurunkan harga dan menyelamatkan jutaan nyawa.

PVA yang memiliki 80 anggota, termasuk Aliansi Afrika, Global Justice Now, Oxfam, dan UNAIDS, menyerukan perusahaan farmasi untuk segera menangguhkan hak kekayaan intelektual untuk vaksin COVID. Mereka diminta menyetujui usulan pengabaian perjanjian TRIPS Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Lebih dari 100 negara, termasuk Amerika Serikat (AS), mendukung langkah itu. Tetapi kemudian negara-negara kaya termasuk Inggris dan Jerman memblokir langkah tersebut. (RS/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari
Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua
Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya
Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online
Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita
Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik
Tak Takut Maag, Ini Makanan Penambah Darah yang Ramah Lambung
Manfaat Mandi Subuh, Dari Daya Tahan Tubuh hingga Kesehatan Mental

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:47 WIB

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari

Senin, 12 Januari 2026 - 08:03 WIB

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:29 WIB

Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:56 WIB

Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:06 WIB

Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita

Berita Terbaru