Waspada DBD di Musim Penghujan, Warga Diminta Tidak Lengah

- Publisher

Rabu, 24 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, berpotensi menjadi ancaman tersendiri bagi warga khususnya terkait penyakit demam berdarah.

Untuk itu pemerintah setempat meminta waspada terhadap penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti ini.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Elfiani Sandri melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Sri Handono menyampaikan, kasus DBD di Tanjungpinang masih fluktuatif.

Pada bulan November ini tercatat sebanyak 23 kasus. Mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kasus bulan sebelumnya tercatat sebanyak 39 kasus.

BACA JUGA:  755 Pelaku UMKM di Kepri Manfaatkan Pinjaman Bunga Nol Persen

“Tetapi kita jangan lengah, mengingat sekarang ini lagi musim penghujan, kalau kita tidak awas dan kita tidak menjaga lingkungan maka potensi penularan bisa terjadi,” ujarnya kepada awak media, Selasa (23/11/2021).

Ia menyampaikan, tahun ini dari Januari hingga November tercatat sebanyak 315 kasus. Dengan kasus tertinggi terjadi pada bulan Juni sebanyak 41 kasus.

BACA JUGA:  Pemerintahan Rahma Fokus Tingkatkan Penerangan Jalan Umum

Sedangkan kasus tertinggi sepanjang tahun ini berada di Kelurahan Pinang Kencana tercatat sebanyak 53 kasus, Batu IX sebanyak 47 kasus dan disusul Tanjung Ayun Sakti sebanyak 43 kasus.

Ia menjelaskan, kondisi perubahan iklim atau di musim penghujan ini tidak berpengaruh besar terhadap kasus demam berdarah. Menurutnya, yang paling besar pengaruhnya adalah lingkungan dan perilaku.

“Demam berdarah adalah penyakit yang berbasis perilaku masyarakat. Masyarakat yang tidak bisa menjaga kebersihan lingkungan, tidak bisa menjaga perilaku hidup sehat, maka penularan bisa terjadi dengan mudah,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Wali Kota Tanjungpinang Ajak Generasi Muda Perkuat Jati Diri Lewat Museum SSBA

Ia menambahkan, upaya preventif yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengatasi masalah demam berdarah adalah aktif melakukan perilaku hidup sehat serta menjalankan 3M (menguras, menutup, dan mengubur).

“Mungkin sekarang pemukiman perumahan tidak bisa mengubur, bisa mendaur ulang atau membuang ke tempat pembuangan sampah sudah ditentukan supaya tidak ada lagi sisa-sisa tumpukan kaleng, sisa bekas cat, ember dan lainnya,” imbuhnya. (RP)

Berita Terkait

AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat
Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan
1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak
Ansar Gandeng BTN Percepat Kepemilikan Rumah bagi ASN, PPPK dan Tenaga Paruh Waktu
156 Regu Srikandi Meriahkan Gerak Jalan Proklamasi 8 Km di Tanjungpinang
22.174 Warga Tanjungpinang Terima 30 Kg Beras, Bantuan Pangan Tahap II Mulai Disalurkan
Kartu Bima Sakti Diluncurkan di HUT ke-81 RI, Pemko Tanjungpinang Perkuat Penyaluran Bansos Tepat Sasaran
Bukan Sekadar Lomba, Dua Siswi MIN Tanjungpinang Asah Kreativitas di Fun and Run 2026

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:27 WIB

AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:50 WIB

1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Ansar Gandeng BTN Percepat Kepemilikan Rumah bagi ASN, PPPK dan Tenaga Paruh Waktu

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:44 WIB

156 Regu Srikandi Meriahkan Gerak Jalan Proklamasi 8 Km di Tanjungpinang

Berita Terbaru