Dari Teller Bank hingga Admin: Ini 20 Pekerjaan yang Bisa Hilang karena AI

- Publisher

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Dunia kerja tengah memasuki fase disrupsi besar yang tidak bisa dihindari. Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi perlahan mengubah peta pekerjaan global, menggantikan peran manusia pada berbagai sektor yang selama ini dianggap stabil.

Laporan Future of Jobs 2025 dari World Economic Forum memperkirakan sekitar 92 juta pekerjaan atau setara 8 persen dari total tenaga kerja global akan hilang pada tahun 2030. Namun di saat yang sama, transformasi ini juga diprediksi menciptakan peluang baru dalam skala besar.

Temuan serupa datang dari McKinsey Global Institute yang menyebut otomatisasi berpotensi menggeser hingga 12 juta pekerja di Amerika Serikat dan Eropa dalam lima tahun ke depan. Perubahan ini terutama dipicu oleh kemampuan mesin yang semakin canggih dalam menangani pekerjaan rutin secara cepat dan presisi.

BACA JUGA:  Cara dan Ketentuan Membuka Toko Online di Blibli

Pekerjaan Rutin Paling Rentan Tergusur

Jenis pekerjaan yang paling berisiko hilang adalah yang bersifat repetitif, terstruktur, dan mudah diprediksi. Aktivitas seperti pengolahan data, administrasi, hingga operasional dasar kini dapat dilakukan oleh sistem otomatis dengan efisiensi lebih tinggi.

Dalam laporannya yang dikutip oleh Forbes, McKinsey menyebut:

“Pengumpulan dan pengolahan data kini dapat dilakukan mesin dengan lebih cepat dan akurat, yang berpotensi menggantikan banyak tenaga kerja di sektor seperti layanan keuangan, hukum, hingga administrasi.”

Berikut sejumlah pekerjaan yang diprediksi akan semakin berkurang atau bahkan menghilang dalam beberapa tahun ke depan:

  • Petugas layanan pos
  • Teller bank
  • Staf input data
  • Kasir ritel dan petugas tiket
  • Asisten administrasi dan sekretaris
  • Pekerja percetakan
  • Staf akuntansi dan payroll
  • Petugas pencatatan stok
  • Konduktor dan petugas transportasi
  • Sales door-to-door
  • Desainer grafis (level dasar)
  • Penilai klaim asuransi
  • Staf hukum administratif
  • Telemarketer
  • Staf IT dasar
  • Operator mesin dan pekerja lini produksi
  • Pekerja gudang
  • Underwriter asuransi
  • Agen perjalanan
BACA JUGA:  Viral! Video Pasangan Mesum di Bioskop, Netizen: Udah Gak Tahan Apa Ya?

Peluang Baru di Era AI

Meski terdengar mengkhawatirkan, transformasi ini juga membuka ruang besar bagi pekerjaan baru. WEF memperkirakan akan ada sekitar 170 juta pekerjaan baru yang tercipta hingga 2030, atau setara 14 persen dari total pekerjaan saat ini.

Pekerjaan masa depan akan banyak didorong oleh sektor teknologi, ekonomi digital, serta energi terbarukan. Artinya, tantangan terbesar bukan sekadar hilangnya pekerjaan, tetapi kemampuan manusia untuk beradaptasi.

BACA JUGA:  Tahun Ini Fitur AI di Whatsapp, Instagram, dan Messenger Dirilis

Cara Bertahan di Tengah Disrupsi

Agar tidak tertinggal, pekerja dituntut untuk mulai bertransformasi sejak sekarang. Beberapa langkah strategis yang bisa dilakukan antara lain:

1. Tingkatkan keterampilan digital
Kemampuan seperti literasi AI, analisis data, hingga digital marketing menjadi kebutuhan utama di era baru.

2. Kembangkan skill fleksibel
Kemampuan seperti problem solving, komunikasi, dan manajemen proyek akan tetap relevan di berbagai bidang.

3. Diversifikasi sumber penghasilan
Memiliki lebih dari satu sumber pendapatan menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas finansial.

Perubahan ini bukan sekadar ancaman, melainkan momentum untuk beradaptasi. Di tengah pergeseran besar dunia kerja, mereka yang mampu berinovasi dan terus belajar akan menjadi pihak yang bertahan bahkan unggul.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

ARTOTEL Batam Hadirkan Outlet IQOS, Lengkapi Pengalaman Lifestyle di Jantung Kota Batam
Rayakan 20 Tahun: Apple Siapkan iPhone 20 untuk 2027, Desain Kaca Jadi Andalan Baru
Lomba 17 Agustus Bisa Jadi Haram, MUI Ingatkan Soal Uang Pendaftaran
Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap
Foto KTP-el Bisa Diganti, Ini Syarat dan Cara Mengurusnya Tanpa Surat Pengantar RT/RW
The Dudas Minus One Promosikan Natuna, Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Sorotan Nasional
ARTOTEL Batam Hadirkan “The Late Shift”, Destinasi Baru Kuliner Malam dengan Comfort Food Berkelas
Caviar Rilis HP Edisi Khusus Messi dan Cristiano Ronaldo, Hanya 19 Unit di Dunia & Dibalut Emas 24 Karat

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:49 WIB

ARTOTEL Batam Hadirkan Outlet IQOS, Lengkapi Pengalaman Lifestyle di Jantung Kota Batam

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Lomba 17 Agustus Bisa Jadi Haram, MUI Ingatkan Soal Uang Pendaftaran

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:49 WIB

Foto KTP-el Bisa Diganti, Ini Syarat dan Cara Mengurusnya Tanpa Surat Pengantar RT/RW

Senin, 27 Juli 2026 - 07:00 WIB

The Dudas Minus One Promosikan Natuna, Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Sorotan Nasional

Berita Terbaru