BPOM Tanjungpinang Tarik Peredaran Kinder Joy

- Admin

Rabu, 13 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) menarik sementara peredaran produk jajanan kinder joy di pasaran menyusul penarikan sukarela produk kinder joy di Inggris dan sejumlah negara eropa karena mengandung Salmonella. Foto: ANTARA

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) menarik sementara peredaran produk jajanan kinder joy di pasaran menyusul penarikan sukarela produk kinder joy di Inggris dan sejumlah negara eropa karena mengandung Salmonella. Foto: ANTARA

INIKEPRI.COM – Produk jajanan kinder joy ditarik sementara peredarannya di pasaran oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), menyusul penarikan sukarela produk kinder joy di Inggris dan sejumlah negara eropa karena mengandung Salmonella.

“Sebenarnya kinder joy di Inggris itu produksi dari produsen negara Belgia. Di Indonesia produk itu tidak dapat izin edar,” kata Kepala BPOM Tanjungpinang Rai Gunawan, dilansir dari ANTARA, Selasa 12 April 2022.

Baca Juga :  Peraih Emas PON Papua Dapat Bonus Rp350 Juta dari Gubernur Kepri

Sementara kinder joy yang ditemukan di Indonesia, katanya, merupakan produksi dari produsen negara India. Ada tiga varian kinder joy yang beredar di Tanah Air yaitu Kinder Joy, Kinder Joy for Boys, dan Kinder Joy for Girls,

Namun demi prinsip kehati-hatian, lanjut dia, Badan POM tetap melakukan sampling dan pengujian random terhadap peredaran produk kinder joy di Indonesia guna memastikan produk-produk tersebut terbebas dari paparan bakteri Salmonella.

Baca Juga :  Jalan Diperbaiki, Warga Tanjungpinang Berterima Kasih ke Cen Sui Lan

“Makanya, sementara ditarik dulu peredarannya di pasaran sampai uji sampling Badan POM keluar,” ungkap Rai.

Rai menyampaikan dari hasil pengawasan di Tanjungpinang sejauh ini, belum ditemukan produk-produk di luar tiga jenis kinder joy yang beredar di Indonesia tersebut.

Baca Juga :  Perputaran Ekonomi dari Aktivitas Kurban di Batam Capai Rp120 Miliar

Menurutnya temuan bakteri Salmonella pada produk kinder joy di Inggris berdampak buruk pada kesehatan, seperti sakit perut dan mag.

“Tapi belum sampai ke tingkat keparahan kematian. Untuk mengantisipasi hal itu, peredaran produk-produk kinder joy dihentikan dulu, termasuk di Tanjungpinang,” tutup Rai. (RBP/ANTARA)

Berita Terkait

Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam
BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal
Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026
BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah
Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Senggarang, Wali Kota Lis: Layanan Harus Lebih Dekat dan Tepat
Bersama HIMNI, Wali Kota Lis Hadiri Syukuran Natal dan Tahun Baru
291 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Tanjungpinang
Aplikasi Pantunesia Resmi Diluncurkan, Perkuat Pelestarian Pantun Melayu Berbasis Teknologi

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:25 WIB

Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:24 WIB

BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:04 WIB

Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:00 WIB

BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah

Rabu, 24 Desember 2025 - 08:06 WIB

Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Senggarang, Wali Kota Lis: Layanan Harus Lebih Dekat dan Tepat

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB