Tantangan yang bakal dihadapi generasi muda Islam akan dan memang terus berkembang, hanya ada jawaban “maju terus dengan kesiapan diri yang kuat untuk menghadapi tantangan dengan memanfaatkan peluang yang ada” atau harus “mundur teratur seraaya menghilangnya peluang”. Generasi muda yang rapuh kualitas iman, ilmu, dan amalnya niscaya hanya menjadi figuran-figuran yang menyertai kehidupan modern.
Ada tujuh tantangan yang dihadapi di masa kini yang tentunya akan membesar volumenya di masa depan. Pertama karena berkembangnya budaya massa diakibatkan kuatnya dominasi teknologi informasi, sehingga berdampak buruh pada keadaan etik dan moral generasi muda Islam. Kedua dengan tumbuh dan berkembangnya sikap hidup yang lebih terbuka, sehingga memungkinkan terjadinya proses perubahan dalam pola pikir yang dijalankan oleh kaum muda. Ketiga dengan adanya sikap hidup yang rasional, maka pertimbangan-pertimbangan ajaran agama tidak lagi menjadi dasar bagi generasi muda dalam bersikap, berpikir, dan bertindak.
BACA JUGA:
Wacana Kemenag RI Untuk Pemetaan Potensi Masjid, Dinilai Perlu Digarap Serius dan Harus Didukung
Keempat, perkembangan sikap dan orientasi hidup kebendaan, bagi generasi muda menjadi sederhana pola hidupnya, ukuran-ukuran kebendaan adalah menjadi tolok ukur sesuatu itu. Kelima meluasnya mobilitas sosial, mempercepat proses interaksi sosial generasi muda dengan lingkungan yang bersifat merusak. Keenam, makin berkembangnya sikap hidup yang individualistis, menyebabkan mudahnya renggang ikatan silaturrahmi dan kebersamaan pada kaum muda yang lebih memilih suasana hidup yang hura-hura. Dan yang ketujuh, munculnya sikap hidup generasi muda yang cenderung longgar pada segala bentuk penyimpangan terhadap ajaran agamanya, karenanya yang disebut kemungkaran, lebih melihatnya dengan kaca mata kuda saja.
Dalam melintasi gelombang kehidupan yang sarat dengan sifat-sifat tercela dan jalan-jalan tersesat, generasi muda wajib meningkatkan kualitas iman, ilmu, dan amal, secara garis besar uraiannya :
Dengan kualitas Iman, maka generasi muda Islam akan memiliki komitmen yang utuh dalam pengaabdiannya kepada Allah SWT, menolak pedoman hidup yang bertentangan dengan agamanya, bersikap progresif dengan senaniasa melakukan penilaian pada kualitas kehidupannya, tujuan hidupnya yang tegas “lillahi rabbil ‘alamin”, dan selaku manusia tauhid memiliki visi yang jelas tentang kehidupan yang dibangunnya bersama manusia-manusia yang lain:
Didasarkan pada kualitas ilmu, tentunya generasi muda tidak akan mudah terpengaruh apalagi dipengaruhi oleh pola hidup yang bertentangan dengan ajaran Islam serta mengarahkannya pada upaya mengaplikasikan ilmu yang dikuasainya untuk membangun lingkungan yang Islami;
Dan karena kualitas amaliahnya yang pada hakikatnya merupakan amanah yang mengandung pertanggungjawaban serta senantiasa amal yang dilakukannya berfokus pada prinsip-prinsip ukhuwah Islamiyah.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















