Sebelum berlangsung pembagian insentif RT-RW dan operasional posyandu tersebut, tersiar kabar ada upaya penghalangan yang dilakukan oleh oknum.
Upaya penghalangan itu beredar di salah satu grup WhatsApp. Dalam pesan WhatsApp tersebut, sang oknum meminta kader posyandu untuk tidak hadir apalagi sampai sampai menerima bantuan yang diberikan oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.
Oknum tersebut beralasan kegiatan tersebut tidak melibatkan Wali Kota Batam, H. M. Rudi.
Tetapi, upaya tersebut gagal, lantaran 4.217 ketua RT -RW dan 344 orang kader posyandu di Kota Batam menghadiri kegiatan dan bersedia untuk menerima insentif dari Ansar.
Ansar pada saat menyerahkan insentif tersebut mengatakan, untuk tidak perlu ragu apalagi sampai takut untuk menerima insentif tersebut. “Bapak ibu tidak usah takut, dana yang kita distribusikan ini dana murni APBD Kepri, bukan dana siapa-siapa. Dana ini telah disetujui juga oleh DPRD Kepri,” kata orang nomor satu di Kepri itu. (MIZ)

















