“Ketika (virus corona) ini menimpa orang yang belum di-booster (pasien mungkin) meninggal. Jadi vaksin ini memang terbukti ada kelemahan bahwa dia belum bisa mencegah (infeksi virus corona) 100 persen, tidak terinfeksi bukan berarti sakit,” ucap Dicky.
Di tengah pesatnya mutasi virus corona, lanjut Dicky, vaksinasi juga harus disertai dengan protokol kesehatan.
Dia mengingatkan bahwa munculnya varian atau subvarian baru virus corona sangat mungkin menurunkan efikasi atau efektivitas dari vaksin, sehingga perlindungan terhadap daya tahan tubuh pun berkurang.
BACA JUGA:
PeduliLindungi Bermanfaat Cegah Jutaan Warga Terpapar COVID-19
“Ini tentu menjadi warning bahaya bahwa ketika kita membiarkan virus ini merajalela dengan leluasa, orang abai nggak divaksin, enggak taat 5M, semua ini membuat akhirnya virus ini lebih mudah leluasa bermutasi,” kata dia.
Sebelumnya, Dicky juga memprediksi bahwa masa krisis COVID-19 di Indonesia bakal berlangsung hingga bulan Oktober 2022.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















